Pop-Sci

Ini Alasan Kenapa Kopi selalu Identik dengan Anak Indie

Mainmain.id

Posted on January 15th 2019

Foto: rd

“Kopi, Senja, Sendu,dan Rindu,” – Anak Indie Kemarin Sore

Mungkin sebagian dari kalian sering melihat bio Instagram seseorang yang selalu mengkaitkan senja dan kopi di dalam kehidupan yang mereka anggap indie. Yap, anak dengan round eyeglass, flannel, jeans, dan Converse lengkap dengan tote bag yang menemani tiap langkahnya.

Terus kenapa harus kopi? Bukan thai tea atau mungkin minuman dengan bubble yang enak banget dikunyah?

Sebenarnya, selain teman minum saat bersilaturahmi, kopi bagi mereka adalah sebuah energi yang dapat menyuntik semangat. Bukan tanpa alasan, caffeine yang terkandung dalam kopi dapat mencegah produksi neurotransmitter yang bernama adenosine. Adenosine memiliki peran sebagai indikator tubuh. Ketika sudah mencapai batasnya, dia akan mengirim sinyal ketubuh untuk segera istirahat atau tidur.

Dengan menekan produksi adenosine, kopi akan membuat tubuhmu tetap terjaga karena sel tubuh tetap bekerja.

Inilah kenapa beberapa orang, lebih tepatnya tidak semua orang bisa kebal kantuk setelah meminum kopi. Namun, ada juga beberapa orang yang tetap mengantuk meski sudah habis tiga cangkir double shot espresso. Salah satu faktor penyebabnya adalah gen.

Foto: popsugar

Nah, hal positif lain yang didapat dari kopi untuk otak kita adalah meningkatkan kemampuan otak kita sebanyak 10% berdasarkan research dari Marcello Solinas dalam jurnal neuroscience. Lebih tepatnya, caffeine yang ada di dalam kopi dapat meningkatkan ingatan kita karena menjadi “oli” yang baik untuk otak. Inilah kenapa ada istilah coffee break untuk menyegarkan kembali pikiran serta membuat kembali fokus dengan secangkir kopi lengkap dengan cemilannya.

Tak ayal, banyak sekali orang yang butuh inspirasi menyempatkan diri untuk meminum secangkir kopi. Salah satunya seperti anak-anak muda yang sering kita sebut sebagai anak indie.

Nah, selain jadi “oli” buat otak, Kopi juga bisa jadi salah satu minuman yang bisa kamu konsumsi sebelum berolahraga. Selain mempercepat metabolisme energi, kopi juga bisa membuat kamu lari lebih kencang dan jauh, melompat lebih tinggi, hingga bersepeda semakin lama.

Rogério Santos de Oliveira Cruz dari Santa Catarina State University dalam penelitiannya menunjukkan sebuah fakta menarik bahwa ada peningkatan oksidasi lemak saat partisipan penelitiannya mengkonsumsi kopi dibandingkan sebelum mengkonsumsi kopi.

Selain itu, caffeine dalam kopi juga memberi efek positif pada time to exhaustion di dalam keadan MLSS atau saat laktat di dalam tubuh memasuki fase tertinggi. Sehingga tubuh bisa semakin kuat berolahraga.

 

Tapi boleh nggak sih terlalu sering minum kopi?

Idealnya, tubuh dapat mentolerir caffeine sebanyak 500 mg atau setara dengan lima cangkir kopi. Lalu bagaimana kalau lebih? Banyak banget bahayanya! Selain bisa bikin jantung berdebar, terlalu banyak meminum kopi dapat meningkatkan tekanan darash serta menyebabkan anxiety alias gangguan kecemasan. Jadi, tetap diparhatikan porsinya ya!

 

 

Related Articles
Pop-Sci
Kenapa sih Rindu Itu Berat?

Pop-Sci
Yakin Mau Ngikutin Trend Ponsel Layar Lipat?

Pop-Sci
Bystander Effect, Fenomena Saling Menunggu Orang Lain untuk Membantu

Meet The Creator



Fidya Citra

Quote Of The Day

NGEJAR DISKON DIBELA-BELAIN BEGADANG SAMPAI PAGI, GILIRAN NGEJAR SI DOI SAMPE DEPAN GANG UDAH PUTER BALIK LAGI