Opinion

Young Lex, Bahan C*li, dan Pelecehan Seksual

Fidya Citra

Posted on July 24th 2018

Dalam video Young Lex yang dipublish beberapa hari yang lalu, sebenarnya tidak ada yang berbeda. Konten yang tersaji hanya berisikan adegan “unboxing” alias membuka barang yang baru diterima. Kebetulan barang tersebut adalah bundle mini album Blackpink yang terbaru. Video ini menjadi menarik karena di tengah puji-pujianya akan kecantikan Lisa, salah satu member Blackpink, tepatnya di menit ke 3:44 Young Lex mengeluarkan ujaran-ujaran yang disensor. Meskipun disensor sayup-sayupnya masih terdengar. Lex mengujarkan kata-kata yang tidak sopan.

Kata-kata yang diujarkan berkali-kali adalah bacol, atau bahan c*** istilah yang memiliki arti menjadikan seseorang sebagai objek fantasi.

Setelah menimbulkan kehebohan dan protes dari banyak penggemar K-Pop yang tidak terima idolanya dilecehkan. Alih-alih introspeksi diri, Young Lex justru menjawab protes para penggemar K-Pop dengan nada sotoy di Instagram Story akun @young_lex18, “Lol fans K-Pop kocak2 yak fantasinya terlalu berlebihan sekolah dulu dek yang bener, sama hafalin PANCASILA Baru deh hafalin lagu korea lagi”.

Nggak cuma membela dirinya lewat satu post-an saja. Dia juga mem-post beberapa hasil screenshot Direct Message dari orang-orang yang meyakinkan Young Lex bahwa yang dia lakukan itu wajar dan tidak salah.

Pertanyaan selanjutnya muncul: Sebenarnya Young Lex atau kalian semua tau nggak sih kalo ujaran-ujaran yang mengobjektifikasi orang lain termasuk dalam sexual harassment?

Tindakan Young Lex ini lebih khusus termasuk dalam tipe gender harassment. Berdasarkan jurnal ilmiah berjudul "Sexual Harassment on The Internet" yang dituliskan Azy Barak dari University of Haifa, gender harassment bisa dideskripsikan sebagai “Komentar secara verbal maupun visual yang tidak diinginkan berisikan hinaan karena gender mereka, atau penggunaan stimulan untuk melahirkan emosi negatif”.

Ini bisa jadi pelajaran buat semuanya, bahwa, lewat omongan yang menyudutkan maupun mengobjektifikasi seseorang lengkap dengan ujaran yang merujuk ke seksualitas adalah pelecehan seksual.

Nggak cuma seperti yang udah dicontohkan Young Lex, cewek-cewek yang hobi komen ke oppa-oppa idolanya sambil bilang “Hamili aku oppa” juga termasuk di dalamnya, lho.

Kita boleh banget mengagumi seseorang. Tapi sebelum mengeluarkan komentar positif maupun negatif di mana pun, apalagi di ranah publik kayak media sosial rasanya harus dipikir berkali-kali. Terlebih lagi, di Indonesia ada pasal yang mengatur mengenai hal ini, seperti pasal 315 KUHP yang bunyinya:

"Tiap-tiap penghinaan dengan sengaja yang tidak bersifat pencemaran atau pencemaran tertulis yang dilakukan terhadap seseorang, baik di muka umum dengan lisan atau tulisan, maupun di muka orang itu sendiri dengan lisan atau perbuatan, atau dengan surat yang dikirimkan atau diterimakan kepadanya, diancam karena penghinaan ringan dengan pidana penjara paling lama empat bulan dua minggu atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah."

Yang awalnya niat "cuma bercanda" bisa berujung malapetaka hanya karena celotehan semata.

Waduh, nggak lucu kan karena omongan asal nyeplos kamu di dunia maya bikin kesangkut pasal?

Related Articles
Korea
Fans Kesal Teaser Individu Jisoo Tak Muncul, YG Ubah Feed Instagram Blackpink

Korea
Kedutaan Thailand Ungkap Lisa BLACKPINK Banyak Dapat Ancaman

Interest
8 Langkah Bikin Tampilan 'No Makeup Makeup' ala Idol K-Pop!