Interest

Anton Krotov, Kelilingi 86 Negara Tanpa Banyak Dana

Yang Penting Berani, Semua Tujuan Teratasi

Nizar Fahmi

Posted on January 14th 2019

 

Kalau selama ini kita-kita mikirnya traveling itu mahal, tandanya kita materialistik gengs! Bagi Anton Krotov, seorang true traveler dari Rusia, traveling cukup menghabiskan biaya $2 per hari dimanapun kamu berada. Buktinya, Anton sampai saat ini sudah mengunjungi lebih dari 86 negara (salah satunya Indonesia) selama perjalannya menjadi seorang traveler lho.

Anton memulai perjalanannya mengelilingi dunia sejak tahun 1991. Waktu itu usianya masih terbilang muda, baru 15 tahun! Ternyata backpaker-anlah yang menjadi kunci bagi pria kelahiran Moskow tersebut. Hanya saja, backpaker yang dimaksud Anton harus benar-benar totalitas. Misalkan yang selama ini kita tahunya traveling butuh ongkos yang tinggi, Anton melakukannya cuma dengan menumpang, bahkan sampai menumpang di kapal kargo.

Hitchiking alias menumpang adalah kunci budget tipis untuk traveling

Nggak jarang juga Anton berjalan kaki untuk menelusuri semua tempat yang didatanginya. Ia pernah mengelilingi dataran Uni Soviet yang luasnya 2/3 bumi cuma dalam waktu 6 bulan cuy! Gila ya niatnya, hmm. Apalagi saat itu Anton hanya bermodalkan 60 sen saja.

Tapi berkat kebiasaanya ini, Anton jadi tahu bagaimana caranya membaca peta pada setiap daerah yang dikunjunginya dengan lebih akurat. Ia pun sering kali menemukan bahwa apa yang dicantumkan dalam peta selama ini ternyata nggak sama seperti keadaan aslinya, sehingga Anton nggak jarang malah membuat jalur baru dan peta versi diri sendiri.

Selama ia berpergian, Anton nggak pernah lupa untuk down to earth terhadap semua warga di negara manapun gengs. Apalagi ia selalu menunjukkan semangatnya untuk belajar budaya baru di tempat itu. Hal inilah yang akhirnya membuat Anton tetap mendapatkan relasi dan bantuan dari warga lokal yang ditemuinya. Karena biasanya warga lokal sangat menghargai turis yang mau belajar tentang budaya mereka.  Nggak kaya kita-kita nih, yang tiap pergi kemana aja, malah asyik selfie-selfie sendiri gitu ya cuy, hehe.

Sebelum berpindah tempat, ada satu hal yang menjadi kebiasaan Anton untuk menyiapkan dirinya. Ia akan membuat 20 kartu yang berisikan pertanyaan-pertanyaan penting. Dan Anton juga akan selalu menghapalkan "aku tidak punya uang" dalam bahasa negara tujuannya. Fyi, sewaktu memulai perjalannya, Anton bukanlah tipe orang yang pandai berbahasa asing.

Oh iya, tujuan Anton untuk mengelilingi dunia nggak melulu hanya untuk berlibur dan belajar budaya baru saja. Ia biasanya menargetkan negara yang non-popular untuk dikunjunginya. Tujuannya apa? Ia ingin melihat apakah realita kehidupan di negara-negara itu sesuai atau tidak dengan apa yang diberitakan oleh media, seperti Somalia, Pakistan, Madagaskar, Afghanistan, sampai Tajikistan. Hasilnya? Anton disambut hangat oleh para penduduk asli sana dan menemukan banyak surga bumi yang tersembunyi.

House of Everyone yang sempat berdiri di Yogyakarta pada tahun 2015 (via: cyapila)

Di samping itu, sebagai sebuah jejak nyata di lokasi kunjungannya, Anton yang telah bepergian selama 24 tahun itu membangun sebuah rumah yang bernama House of Everyone di beberapa tempat seperti Madagaskar, Mexico, Rusia, dan Indonesia yang berlokasi di Lempuyungan Selatan, Yogyakarta. Rumah ini dibangun sebagai tempat kumpulnya backpacker manapun sehabis bepergian. Di Yogya, House of Everyone berbentuk seperti kos-kosan lengkap dengan kamar besar yang ditempeli foto-foto para backpaker, peta revisi daerah Indonesia dan Dunia, hingga foto-foto Presiden RI.

Nah saat ini, selain mencari pengalaman dan suasana baru di setiap destinasi tujuannya, Anton juga mengajari warga lokal tentang bagaimana caranya traveling dengan no budget. Ia juga sudah menulis buku yang diterbitkan dalam 36 bahasa yang berjudul Practice of Free Travel. Selain itu, Anton pun telah mendirikan sebuah kelas terbuka yang bernama Academy of Free Travels di hampir 22 negara di seluruh dunia.

Jadi masih mau traveling gaya-gayaan nih? Sebenarnya secara umum, kalau kita mau pergi ke suatu tempat, untuk menghemat budget penginapan misalnya, kita bisa kok memanfaatkan kebaikan para hosting yang selalu ada di semua negara. Para hosting adalah mereka yang memang membuka lebar rumahnya untuk menyambut traveler yang datang ke negaranya. Nggak jarang mereka bakal treat well tamu-tamu yang berkunjung seperti ditraktir makan, diajakin keliling ke tempat liburan, dan masih banyak lagi.

Intinya, kalau mau libur atau bepergian hemat, cobalah untuk lebih berani mengambil resiko dan mencoba hal baru ya cuy. Jangan malah cuma gengsinya doang nih yang tinggi~

Related Articles
Interest
Night Market di Taiwan: Harga Selangit Yang Nggak Bisa Ditawar

Interest
Lihat Batu, Tetap Eksis, Sambil Belajar

Interest
Mengenal Mandar: Surga Ribuan Budaya

Meet The Creator



Mainmain.id

Quote Of The Day

NGEJAR DISKON DIBELA-BELAIN BEGADANG SAMPAI PAGI, GILIRAN NGEJAR SI DOI SAMPE DEPAN GANG UDAH PUTER BALIK LAGI