DBL All-Star

Tim Honda DBL Indonesia All-Star Dipersiapkan untuk Ukir Sejarah

Training Camp Honda DBL Indonesia All-Star 2018

Mainmain.id

Posted on January 6th 2019

 

SURABAYA - Memasuki hari kedua dari total tiga hari training camp pertama Honda DBL Indonesia All-Star 2018, seluruh pelatih dan pemain dibuat mawas diri. Pasalnya, sesi latihan pagi diisi dengan character building di DBL Academy Pakuwon, Minggu (6/1).

Berlangsung selama 2 jam penuh, terdapat tujuh sesi character building yang diikuti oleh ke-24 pemain dan empat pelatih tim Honda DBL Indonesia All-Star 2018. Dalam sesi pertama dan kedua, kelas yang dipimpin langsung oleh Bagus Putra Wahyu Santoso, Character Development Specialist DBL Academy, itu menitikberatkan kepada pengenalan identitas diri seluruh anggota tim.

Maklum, tim ini baru dibentuk pada bulan Desember 2018 yang lalu saat farewell party Honda DBL Camp. Dan ini adalah kali pertama mereka berkumpul kembali setelah momen tersebut. Maka, Bagus merasa perlu agar seluruh tim lebih mengenal antar satu dengan yang lainnya.

Lanjut ke sesi ketiga, seluruh tim diajak untuk mendalami pentingnya konsentrasi setiap anggota. Mereka bermain “Electricity Game”. Dalam permainan tersebut, tim dibagi ke dalam dua kelompok. Selanjutnya, mereka harus memecahkan kode berupa sejumlah eratan tangan yang diberikan instruktur.

Dalam sesi ketiga ini, selalu hanya satu tim yang mampu menebak kode dengan benar.

“Saat ada anggota yang tidak konsentrasi, maka misi tim tidak akan berjalan mulus. Relationship adalah basic-nya. Hubungan yang baik akan membuat semua anggota fokus kepada pencapaian bersama. Ada rasa saling percaya,” jelas Bagus diakhir sesi ketiga tersebut.

Di sesi yang lain, tim ditantang untuk semakin fokus, jeli, dan bekerja sama, tanpa perlu bertindak egois serta menunjukkan dominasi individu. Termasuk kala mereka dihadapkan pada situasi yang genting.

Pemain dari Manado Independent School Leandra Angeline Pelealu mengaku bahwa kelemahan terbesar di tim putri justru terletak pada komunikasi.

Teamwork kami sudah baik. Semua bisa saling bekerja sama. Tapi komunikasi kita di luar lapangan masih jelek. Ini yang harus kami benahi bersama,” ungkap Leandra.

Menanggapi hal tersebut, Bagus menuturkan bahwa sangat baik bagi mereka mengetahui kekurangan yang ada di dalam tim sedini mungkin. Sebab, mereka dapat memaksimalkan sisa waktu yang ada untuk melakukan improvement.

“Di Amerika nanti, kalian jangan cuman create memory, tapi harus create history. Jangan cuman sekedar mau cari pengalaman, tapi harus mau mengukir sejarah. Harus improve,” tukasnya. (*)

Related Articles
DBL All-Star
Center Honda DBL Indonesia All-Star Anthoni Aipassa Dipuji Pelatih

DBL All-Star
Komposisi Tim Lebih Menguntungkan, Pelatih Fokus Benahi Kepercayaan Diri Pemain

DBL Camp
Suka Duka Jadi Pebasket ‘Bigman’ ala Camper East Java Naufal Alifio

Meet The Creator



Fidya Citra

Quote Of The Day

NGEJAR DISKON DIBELA-BELAIN BEGADANG SAMPAI PAGI, GILIRAN NGEJAR SI DOI SAMPE DEPAN GANG UDAH PUTER BALIK LAGI