Interest

Menelisik Sejarah Laut di Museum Bahari

Ashila Chayapatha Dzikra

Posted on December 23rd 2018

DKI Jakarta – Memasuki bulan Desember, artinya libur akhir tahun sudah di depan mata. Berlibur merupakan salahsatu cara yang sangat ampuh untuk menyegarkan pikiran dari keruwetan aktivitas sehari - hari. Masyarakat berbondong – bondong menyiapkan rencana liburan baik bersama keluarga, maupun teman terdekat. Tapi, bagi kalian yang belum memiliki rencana perjalanan, bisa  nih mengunjungi salahsatu situs bersejarah di Jakarta yang berlokasi di bagian utara.


Museum Bahari, merupakan pusat peradaban kebaharian di Batavia pada masa penjajahan. Museum ini berisikan bagaimana pelayar – pelayar dari berbagai belahan dunia bisa sampai di Indonesia. Selain itu, terdapat perpustakaan yang memuat berbagai macam buku tentang kebaharian. Museum Bahari memiliki sejarah yang panjang, salahsatunya  sebagai warisan terakhir VOC di Nusantara, lengkap dengan ragam koleksi mengenai dunia kemaritiman di Indonesia. Termasuk sebagai salahsatu cagar budaya, bangunan museum tetap menggunakan bentuk bangunan bergaya kuno dengan sentuhan arsitektural Belanda.

Foto oleh : Zidni Ilman

Sangat disayangkan, kebanyakan remaja Indonesia tidak mengetahui keberadaan museum ini. Hal ini dibenarkan oleh Syahri, salah seorang pemandu museum. Ia mengatakan bahwa pengunjung museum ini masih didominasi oleh wisatawan asing, “Untuk  mayoritas, wisatawan asing (yang berkunjung), karena kebanyakan rasa ingin tahu tentang kebahariannya lebih besar karena memang titik awal sejarahnya Jakarta ya ada di musem bahari.” Ujar Syahri. Antusiasme wisatawan asing yang berkunjung sangat terlihat dari bagaimana mereka menyimak penjelasan dari pemandu museum. Dengan seksama, mereka mendengar sembari melihat – lihat koleksi museum yang ada.

Museum yang terletak di wilayah Penjaringan, Jakarta Utara tersebut memiliki kendala di bagian transportasi dan akomodasi. Berada di wilayah pelabuhan dan terhalang oleh perlintasan kereta api menyebabkan bus – bus besar tidak bisa melewatinya. Hal ini merupakan salahsatu pemicu kurangnya jumlah masyarakat lokal yang mengunjungi museum bahari. Meskipun begitu, pengelola museum bahari terus mencanangkan tentang keberadaan museum  bahari ini dengan berbagai cara. Pengelola Museum Bahari berkolaborasi dengan beberapa museum lain di Jakarta untuk terus mempopulerkan museum ini. Selain itu, mereka juga memiliki website dan facebook, loh, untuk menyebarluaskan keberadaan museum ini melalui dunia maya.


Pada awal tahun 2018, sempat terjadi peristiwa kebakaran yang menghanguskan sedikit bagian dari museum ini. Menurut Syahri, proses renovasi bangunan baru akan dimulai tahun depan dikarenakan oleh tahap perizinannya agar tidak mengubah bentuk bangunan.

Foto oleh : Rapha Aridan

Nah, kita sebagai generasi penerus bangsa, harus mengetahui bagaimana perjuangan para pendahulu kita dalam mengobarkan semangat kemaritimannya. Kalo kata Bu Susi Pudjiastuti, “Yang nggak mau belajar tentang kemaritiman Indonesia, Tenggelamkan!”. Daripada di tenggelamkan sama Bu Susi, lebih baik kita sisihkan sedikit waktu kita untuk datang dan pelajari sejarah kemaritiman Indonesia. Masa kalah sih sama rasa ingin tahu wisatawan asing terhadap sejarah bangsa kita?

Yuk, kunjungi Museum Bahari!

Related Articles
Interest
Jelajahi Sensasi Afrika di Timur Jawa

Interest
Telusur Jejak Toleransi Beragama di Jalur Historis Semarang

Interest
Lihat Batu, Tetap Eksis, Sambil Belajar

Meet The Creator



Mainmain.id

Quote Of The Day

NGEJAR DISKON DIBELA-BELAIN BEGADANG SAMPAI PAGI, GILIRAN NGEJAR SI DOI SAMPE DEPAN GANG UDAH PUTER BALIK LAGI