DBL Camp

Andreas Marcellino Bonfilio, Buktikan Daerah Kecil Punya Potensi

Honda DBL Camp 2018

Fidya Citra

Posted on November 30th 2018

Menjadi salah satu amunisi tim nasional Indonesia dalam kompetisi SEABA U16 Championship for Men pada bulan Mei 2017 lalu, siapa sangka Andreas Marcellino Bonfilio berangkat dari daerah kecil di Jawa Timur, Blitar.

Pertama kali bermain basket saat duduk di bangku kelas 4 Sekolah Dasar, Marcell sudah menyadari dirinya memiliki talenta dalam basket. Meskipun begitu, sejak kecil Marcell tak pernah membayangkan dirinya bisa menjadi wakil Jawa Timur di Kejuaraan Nasional, apalagi bermimpi bermain untuk Indonesia.

“Biasanya yang dipanggil seleksi kejurnas (kejuaraan nasional) itu hanya anak dari kota Surabaya, anak dari kota kecil kayak aku mana mungkin terpantau,” ujarnya.

Namun nasib baik berpihak pada cowok kelahiran 16 November 2001 ini, sewaktu umurnya 14 tahun kejurda (kejuaraan daerah) diadakan di kota asalnya, Blitar. Di kompetisi itulah pertama kali  dirinya "ditemukan" hingga akhirnya diajak bermain bersama klub Warriors Surabaya.

Karirnya mulai tumbuh dan berkembang semenjak bergabung di Warriors Surabaya. Pelatihnya di Warriors Surabaya yang juga merupakan pelatih SMA St. Louis 1 Surabaya, adalah sosok yang memuluskan jalannya untuk masuk ke SMA idamannya sejak dulu, SMA St. Louis 1 Surabaya.

Memutuskan untuk masuk di salah satu sekolah terbaik di Surabaya, jarak ratusan kilometer dari Blitar Marcell tempuh, sekalipun ia harus jauh dari orang tuanya.

Bersama Sinlui (julukan SMA St. Louis 1 Surabaya) di tahun pertamanya mengikuti Honda DBL East Java Series, Marcell berhasil membawa Sinlui menjadi juara dan menorehkan namanya sebagai MVP Honda DBL East Java Series 2018.

Kecemerlangannya di dunia basket tidak diraih dengan mudah. Selain harus terbiasa jauh dari orang tua, Marcell mengaku ia berusaha keras untuk menyeimbangkan antara sekolah dengan basket.

“Aku masih belajar supaya nggak kepayahan. Karena beberapa kali saat aku fokus basket, pelajaran aku jadi goyah, ya meskipun nggak jelek-jelek banget sih,” tuturnya.

Bagi Marcell salah satu pengalaman yang paling membanggakan dalam hidupnya adalah ketika dirinya bersama dua Campers top 24 Honda DBL Camp 2018 lainnya, Darryl Sebastian dan Kotaro Hans memperkuat tim nasional Indonesia di SEABA U16 Championship for Men.

“Bangga banget pertama kali bisa main untuk Indonesia. Aku ngerasa diri aku jauh lebih baik setelah belajar dari pemain negara lain dengan postur yang lebih tinggi dan stamina yang lebih kuat,” ujar Marcell.

Untuk Honda DBL Camp 2018 sendiri, sang pemegang rekor kedua tertinggi saat beep test (setelah Faldo Payon) yakni 135 ini mengaku meskipun posturnya kecil (hanya 158 cm) dia yakin bisa menembus Honda DBL Indonesia All-Star 2018.

“Banyak pemain yang posturnya lebih tinggi tapi nggak pinter mainnya di lapangan, nah kalo aku bisa main pinter. Makanya aku optimis bisa masuk Honda DBL Indonesia All-Star 2018,” tutupnya.

Artikel Terkait
DBL Camp
Berikan Materi Screen Down Untuk Meminimalisir Foul Dalam Penjagaan

DBL Camp
Aplikasikan Drill Station Lewat Scrimmage Game

DBL Camp
Ferdinand Gonzaga Jakarta, Camper BEST 24 yang Nyentrik dan Jago Matematika