Entertainment

Kayuhan Karir Stephen Hillenburg, Ayah Spongebob Squarepants

Aye, aye, Captain!

Nizar Fahmi

Posted on November 30th 2018

Dunia hiburan internasional kembali dirundung duka. Setelah beberapa waktu lalu Marvel ditinggalkan oleh Stan Lee, kali ini giliran SpongeBob dan seluruh warga Bikini Bottom harus melepas Stephen Hillenburg untuk selamanya.

Nickledeon menginformasikan hal sedih tersebut lewat akun Twitter resmi mereka bahwa pada Senin (26/11) lalu, Stephen pergi untuk selamanya di usia 57 tahun. Sosok yang dikenal sebagai ‘ayah kandung’ SpongeBob itu meninggal dunia akibat penyakit Amyotrophic Lateral Sclerosis (ALS) yang telah dideritanya sejak Maret 2017 silam. Penyakit saraf yang tergolong langka dan tidak ada obatnya ini terjadi akibat degenerasi sel saraf motorik. Sehingga menyulitkan penderitanya untuk bergerak, bahkan untuk sekadar mengunyah, bicara, atau menelan sekalipun.

Selama masa hidupnya, ternyata Stephen tidak langsung mengawali karirnya sebagai seorang animator, loh. Beliau pernah mengenyam pendidikan di Universitas Humboldt State University jurusan Interpretasi dan Perencanaan Sumber Daya Alam dengan konsentrasi Biota Laut, membuat ia mendapat kesempatan menjadi seorang dosen di Ocean Institute California.

Namun pada tahun 1987, Stephen memutuskan untuk memperdalam hobi masa kecilnya di dunia seni. Sehingga pria kelahiran Oklahoma tersebut memulai perjalanannya untuk mengejar gelar Experimental Animation di California of Arts di Valencia dan gelar Master of Fine Arts pada tahun 1992.

Setelah lulus dari bangku pendidikan, Stephen mencoba keberuntungannya sebagai animator. Tak banyak yang tahu kalau Stephen pernah melahirkan lebih dari satu judul animasi terkenal yang telah menemani masa kecil kita.

Animasi pertama yang lahir dari tangan Stephen ialah serial televisi anak-anak Mother Goose and Grim, di mana dirinya bekerja pada seri tersebut sejak masih di bangku perkuliahan. Ia mengerjakan beberapa film pendek pada seri itu, di antaranya Green Beret (1991) dan Wormholes (1992). Di tahun 1995, Stephen mengerjakan animasi ketiganya yang berjudul Rocko's Modern Life. Animasi inilah yang mengawali karir seorang Stephen di Nickledeon dan menjadikan dirinya sebagai Creative Director.

Setelah bergabung dengan Nickledeon, Stephen dipercaya untuk memimpin proyek-proyek animasi besar milik mereka. Pada tahun 1997, sebelum mulai menggarap SpongeBob, Rugrats menjadi animasi besar pertama yang dikerjakannya. Rugrats sukses menjadi serial Nickledeon terlaris di Amerika saat itu. Lalu di tahun 1999, SpongeBob lahir dengan memanfaatkan pengetahuan dirinya mengenai biota laut.

Kecintaannya terhadap kehidupan bawah laut menghidupkan imajinasi liarnya sehingga terciptalah Bikini Bottom. Karena ceritanya yang hidup, karya orisinil Stephen ini digemari oleh banyak orang. Sehingga pada penayangan di musim keduanya, SpongeBob dengan gampang bertengger di posisi kedua dalam daftar animasi terbaik Amerika di bawah Rugrats. Hasil yang lebih memuaskan kembali ia dapatkan di tahun 2002, di mana SpongeBob keluar sebagai animasi terlaris nomor satu di negeri adidaya tersebut.

Spongebob Squarepants juga berhasil membuat Stephen Hillenburg mendapatkan banyak penghargaan. Di tahun 2011 hingga 2013, SpongeBob terpilih menjadi Top Television Series dalam ajang ASCAP Film and Television Music Award. Sebelum meninggal dunia di tahun 2018 ini pun, ia sukses meraih tiga award secara beruntun, yakni pada Daytime Emmy Awards, British Academy Children's Awards, dan Winsor McCay Award dalam ajang Annie Awards.

Walaupun Stephen tak lagi ada, tetapi karyanya kan selalu dikenang karena telah mengajarkan kita arti sebenarnya dari persahabatan, ketulusan, dan kasih sayang tanpa batas. Wish you now in a better and beautiful place, Capt!

Related Articles
Entertainment
Patrick Temukan Tujuan Hidupnya di Teaser Trailer “The Patrick Star Show”

Entertainment
Asyik! Nickelodeon Bikin Spin-Off Live Action Sandy Cheeks

Entertainment
Spin-Off ‘The Patrick Star Show’ Akan Punya 13 Episode dan Rilis Tahun Ini