DBL Camp

Camper Ini Tempuh Ratusan Kilometer Demi Bertanding di Honda DBL

Mainmain.id

Posted on November 28th 2018

 

Hari ini (28/11), Karina Meisari menginjakkan kakinya di DBL Academy, Surabaya, Jawa Timur. Dia memasuki lapangan berstandar internasional itu sebagai camper asal Sumatera Selatan, dan mengikuti agenda latihan di Honda DBL Camp 2018.

“Rasanya aneh, karena di Lahat selalu latihan di lapangan outdoor. Tapi di sini keren banget lapangannya,” kagumnya.

Dengan sedikit gugup, cewek yang akrab disapa Karin ini mengikuti sesi Skill Station. Yakni sesi uji kemampuan basket dan kekuatan fisik individu para campers. Latihan seperti Defensive Footwork, Finishing Concept on and off Ball, Lead to Triple Threat, One and One Drill, dan beberapa latihan lain diikuti Karina.

“Capek tapi seru. Banyak ilmu baru yang aku dapat,”

Perjuangan Karin untuk masuk skuad First Team tidak mudah. Sekolahnya, SMAN 2 Lahat, berjarak 217 Kilometer dari Palembang Sport and Convention Center, tempat diselenggarakannya Honda DBL South Sumatera Series 2018. Butuh waktu lima jam untuk sampai. “Kami diantar dengan bus sekolah, didampingi guru-guru dan Kepala Sekolah juga. Di-support urusan tempat tinggal dan makanan selama seminggu di Palembang. Semua dibantu pihak sekolah. Jadi, kami nggak merasa sedih walau jauh dari keluarga,” kenangnya.

Selama membawa nama sekolahnya, Karin dan tim terpaksa tidak bersekolah. “Kami nggak mungkin pergi-pulang dari Lahat ke Palembang. Jadi tim basket, guru, dan Kepsek menetap seminggu di Palembang,” jelasnya. Pihak keluarga, yang mengerti passion Karin akan basket, untungnya selalu mendukung. Jadi, jangan panggil dia Karina Meisari jika menyerah hanya karena jarak.

“Belum kepikiran akan serius menekuni basket, tapi aku seneng banget ketika main olahraga ini,” ucapnya.

Tahun ini, SMAN 2 Lahat akhirnya mampu meraih gelar champion untuk pertama kalinya. Nggak cuma itu, sang guard yang baru duduk di kelas X ini juga langsung masuk ke skuad First Team. Ternyata, ini kali pertama Karin pergi ke luar provinsi. "Ini pertama kali aku ke pulau Jawa, naik pesawat. Biasanya hanya pergi ke luar kota di daerah Sumsel. Hehe," ujarnya sambil tersenyum.

---

Karina beberapa kali terlihat mengambil nafas panjang karena kelelahan mengikuti sesi Skill Stations Honda DBL Camp 2018. Tapi, setiap kata ‘capek’ terlintas di pikiran, cewek berpostur kecil ini kembali teringat dengan perjuangan sebelumnya. “Teringat dulu saat di Palembang, kami satu tim (10 orang) tidur di satu kamar saja. Di momen itu kami makin kompak. Seru!" katanya sumringah.

Selain itu, pengalaman bertemu dengan campers dari berbagai daerah dan pelatih World Basketball Academy (WBA) Ausralia juga membuatnya kembali semangat. “Aku bermain basket cuma untuk senang-senang, tapi baru pertama main di Honda DBL, eh langsung terpilih First Team. Nggak nyangka,”

Usai mengikuti Skill Station, ketegangan Karina kembali memuncak. Sebab, malam ini (28/11) akan diumumkan 50 campers putra dan 50 campers putri terpilih yang lanjut ke tes selanjutnya, esok hari (29/11). “Aku nggak mau mikir apa-apa soal pengumuman. Aku baru kelas X, masih banyak yang perlu dipelajari,” ungkapnya.

Terlepas dari lolos atau tidaknya Karin nanti, cewek berhijab ini berharap bisa menyampaikan ilmunya untuk tim basket SMAN 2 Lahat. “Ilmu soal defense benar-benar berarti. Aku mau share ke teman-teman di SMAN 2 Lahat biar bermanfaat,” serunya dengan yakin.

Setelah berlatih dengan fasilitas lengkap dan pelatih berpengalaman di Honda DBL camp 2018, Karin punya harapan tersendiri buat perbasketan di provinsinya. "Di Sumsel fasilitas lapangan masih sedikit dan kualitasnya belum memenuhi, aku berharap makin lengkap fasilitasnya. Itu saja dulu," katanya.

Related Articles
DBL Camp
Steven Orlando, Cerita Jadi Camper Pertama Kali dan Hobi Kulinerannya

DBL Camp
Optimalkan Scrimmage untuk Raih Wild Card

DBL Camp
Campers Jakarta Terbanyak Lolos ke TOP 50