DBL Camp

Suka Duka Jadi Pebasket ‘Bigman’ ala Camper East Java Naufal Alifio

Mainmain.id

Posted on November 27th 2018

 

Citra pebasket lebih sering digambarkan dengan sifat cool, keren, dan populer di sekolah. Kenyataannya, itu semua nggak selalu benar. Ini nih yang dirasakan Muhammad Naufal Alifio Rizq, camper asal Surabaya, Jawa Timur. Cowok dengan tinggi badan 194 centimeter ini berbagi cerita seputar karir basketnya, sekaligus suka duka menjadi pebasket berpostur besar, yang identik dengan pemain andalan sebuah tim.

Suporter yang Akhirnya Menjadi Pemain

Jangan kira Naufal pernah terpikir akan menekuni olahraga basket. Selama bangku SD, dia aktif di ekskul sepakbola. Baru sejak SMP lah dia mencoba beralih ke basket. “Nggak pernah kepikiran bisa serius di basket, soalnya aku cuma anak sepakbola yang iseng pengin coba hal baru,” kata alumnus SMPN 19 Surabaya ini. Di kelas VII, Naufal belum diperbolehkan mengikuti ajang Junio JRBL. So, dia men-support tim sekolahnya lewat teriakan di tribun!

“Di situ aku nyimak aja para senior main di lapangan. Keliatannya seru karena rame banget,” kenangnya. Di musim berikutnya, Naufal memperkuat skuad SMPN 19 Surabaya. “Yang aku rasain, di basket itu lebih terasa kerjasama timnya, gimana kita menjaga komunikasi dan kekompakan di lapangan. Mungkin di usia SMP aku juga lebih dewasa, jadi lebih kerasa asiknya,” ujarnya.

 

 

Bersinar di Olahraga Basket

Setelah berkesempatan mengikuti berbagai pertandingan, Naufal makin PeDe dan menyakinkan diri buat serius bermain basket. “Sekitar kelas VIII aku akhirnya yakin di basket dan masuk klub Show Basketball Club (SBC) Surabaya sampai sekarang. Juga ikut Honda DBL,” jelas center tim basket SMAN 20 Surabaya ini.

Sampai saat ini, Naufal sudah berpartisipasi dalam Kejurda Surabaya KU-16 (2017), Kejurnas KU-16 (2017), Kejurnas KU-18 (2017), Popwil IV Jawa Timur (2018). 

 

 

Bigman yang Kepengin Dimengerti

Menjadi pemain berpostur besar dan tinggi alias bigman pasti selalu mencuri perhatian penonton. Selain itu, bigman kerap dianggap sebagai tumpuan utama untuk urusan defense timnya. Naufal memang menikmati perhatian itu, tapi terkadang ini bisa menjadi beban juga. “Banyak yang mikir bigman itu pasti andalan. Tapi terkadang kalau ada miss-communication dari arahan dari pelatih, aku ngerasa terbebani oleh tanggungjawabku sebagai bigman. Makanya, harus bisa jaga komunikasi yang baik sama tim biar mainnya fun walau capek banget,” ujarnya.

Tahun ini, Naufal dkk berhasil membawa nama SMAN 20 Surabaya ke tahap Fantastic Four (semifinal) di ajang Honda DBL East Java Series 2018. Soal harapannya di Honda DBL Camp 2018, Naufal mengaku kepingin banget punya prestasi baru di penghujung masa SMA nya. “Sekarang udah kelas XII dan aku baru pertama kali masuk First Team. Makanya kepengin banget masuk Honda DBL Indonesia All-Star. Agak nervous sama sesi Aquatic Training, tapi aku yakin bisa,” tutupnya.

 

PROFIL

Nama Lengkap: Muhammad Naufal Alifio Rizq

Posisi/Sekolah: Center/SMAN 20 Surabaya

Prestasi: 

- Kejurda Surabaya KU-16 (2017), JUARA I

- Kejurnas KU-16 (2017), JUARA II

- Kejurnas KU-18 (2017), JUARA II

- Popwil IV Jawa Timur (2018), JUARA I

- Honda DBL East Java Series 2018, SEMIFINAL

Artikel Terkait
DBL Camp
Optimalkan Scrimmage untuk Raih Wild Card

DBL All-Star
Tim Honda DBL Indonesia All-Star Dipersiapkan untuk Ukir Sejarah

DBL Camp
Campers Jakarta Terbanyak Lolos ke TOP 50