DBL Camp

Rixa Erlyna, Buktikan Perempuan Bisa Jadi Pebasket Handal

Mainmain.id

Posted on November 26th 2018

 

 

Serius menekuni olahraga basket mungkin nggak pernah dibayangkan Rixa Erlyna. Sebab, banyak orang yang menganggap karir basketnya hanya setingkat ‘hobi’ yang nggak menjamin karir dan prestasinya. Tapi, cewek yang akrab disapa Rixa membuktikan bahwa dia mampu berhasil. Dia meraih gelar Most Valuable Player (MVP) Honda DBL Jambi Series 2017 dan 2018.

Rixa mulai tertarik dengan olahraga basket sejak duduk di bangku tiga Sekolah Dasar (SD). Saat itu, dia melihat teman laki-lakinya sering bermain basket di lapangan sekolah. Siswi SMKN 1 Kota Jambi ini pun memberanikan diri menjajal lapangan. Dribble sederhana dia lakukan sendiri, lantaran nggak ada teman perempuan yang tertarik basket. Di luar sekolah, dia mencoba masuk klub basket Sahabat Jambi. Tapi, itu cuma bertahan kurang dari dua minggu karena rekan perempuan setim yang begitu sedikit. “Aku jadi mikir, kayaknya nggak mau lanjut basket. dan sempat nyoba bulutangkis,” kenang Rixa.

Ketertarikan Rixa dengan basket muncul lagi saat masuk SMP. Perempuan kelahiran 3 Juni 2001 ini masuk ekskul basket di sekolah, dan kembali ke klub Sahabat Jambi. Keputusan ini ternyata nggak lepas dari bujukan sang Ayah, yang juga pernah manjadi pemain basket saat bangku SMA.

“Ayahku juga pemain basket cukup senior di wilayah Bangka saat SMA. Dia bantu aku untuk percaya diri mencoba basket lagi,” kata Rixa.

Tiga bulan latihan intensif, Rixa terpilih masuk ke skuad Jambi untuk mengikuti POPDA 2014. Prestasinya berlanjut di POPNAS 2015, dan menjadi kapten untuk tim SMKN 1 Kota Jambi, yang merupakan peraih gelar juara di Honda DBL Jambi Series 2017 dan 2018.

 

 

Tahun ini pun adalah tahun kedua Rixa berkesempatan mengikuti Honda DBL Camp. Kali ini, dia lebih percaya diri dan makin bertekad masuk ke skuad Honda DBL Indonesia All-Star. “Udah punya pengalaman tahun lalu, lebih PeDe. Ini tahun terakhirku di DBL, aku pengin banget diberangkatkan ke Amerika,” kata siswi kelas XII ini.

 

 

Keberhasilan Rixa saat ini disambut baik banyak orang. Terutama orang tua dan pihak sekolah. “Aku beruntung didukung penuh sama mereka. Walau ini bidang non-akademik, aku selalu disupport banget,” ujar Rixa.

Namun, sebelum Rixa wara-wiri di berbagai lomba, banyak pihak yang menganggap Rixa nggak seharusnya terlalu serius bermain basket. “Tapi aku yakin, basket bisa membawa prestasi yang membanggakan. Juga, kalau kita punya prestasi di bidang non-akademik, ini bisa jadi nilai plus untuk mendapat beasiswa sekolah. Jadi, bisa saling beriringan kan dua-duanya. Aku ingat dulu berhenti main basket karena nggak ada teman cewek. Sekarang cewek juga bisa jadi pebasket handal, sekalipun kita berasal dari daerah,” tutup cewek yang berencana berkuliah di Jakarta ini.

Artikel Terkait
DBL Camp
Suka Duka Jadi Pebasket ‘Bigman’ ala Camper East Java Naufal Alifio

DBL Camp
Optimalkan Scrimmage untuk Raih Wild Card

DBL Camp
Erwin Triono: Fundamental Jadi Hal Penting Dalam Melatih