Sport

Menilik Kiprah Minions, Ganda Putra Kebanggaan Indonesia

Ferliansyah

Posted on November 23rd 2018

Siapa yang nggak ternganga sama kegesitan ganda putra ini di lapangan? Selain selalu tampil kompak, permainan Marcus Fernaldi Gideon dan Kevin Sanjaya Sukamuljo ini juga kerap membuat lawan kewalahan. Tak percaya? Lihat saja smash ‘cuek’ Kevin yang terbukti sering bikin lawan emosi atau smash ganas terbaru Koh Sinyo—sapaan akrab Marcus—di Hong Kong Open kemarin yang sampai membuat karpet lapangan bolong. 

Tentunya, sabetan-sabetan badai itu dilakukan tak sia-sia. Sebab, duet maut yang suka bikin deg-degan dengan aksi ganti raket di tengah-tengah pertandingan ini selalu pulang membawa kebanggaan bagi Tanah Air. Seperti yang baru terjadi di final Hong Kong Open 2018 pada Minggu, 18/11 kemarin. Kevin/Marcus menang atas ganda putra asal Jepang, Takeshi Kamura/Keigo Sonoda lewat dua set sekaligus (21-13,21-12). Kemenangan ini otomatis menjadi gelar kedelapan yang berhasil dikumpulkan ganda berjulukan Minions tersebut selama satu musim Badminton World Federation (BWF) World Tour 2018.

Jika menilik ke belakang, ganda yang disatukan PBSI secara tak sengaja pada ini memang sudah berpotensi bengis sejak awal dipasangkan pada 2015. Dalam pertandingan perdana mereka di Yonex All England 2015 dulu, keduanya langsung melaju pesat hingga tahap quarter final. Meski dalam pertandingan-pertandingan selanjutnya berkali-kali kalah, Kevin/Marcus akhirnya berhasil menunjukkan tajinya di Chinese Taipei Masters Grand Prix 2015 dengan menjadi juara. Mengingat kebanyakan pasangan ganda baru setidaknya butuh waktu setahun untuk saling beradaptasi, hingga kompak dan sanggup meraih prestasi, apa yang terjadi pada Kevin/Marcus benar-benar suatu anomali.

Sejak saat itulah ganda putra ini terus mengukir prestasi. Di lapangan, mereka bagai satu jiwa dan satu tubuh yang ambisius untuk menang. Tak heran jadinya kalau kini mereka mantap menduduki peringkat satu dunia kategori ganda putra versi BWF.

Bisa dibilang tahun 2018 ini adalah masa keemasan mereka. Dari 16 pertandingan yang diikuti, Minions hanya empat kali tidak menyabet posisi pertama. Yaitu pada Celcom Axiata Malaysia Open yang kalah di quarter final melawan He Jiting/Tan Qiang, sehingga membuat Minions berada di posisi kelima. Lalu TOTAL BWF World Championship yang juga kalah di quarter final melawan Takeshi Kamura/Keigo Sonoda dan kembali menempatkan Minions di posisi kelima. Kemudian Victor China Open yang berhenti di semi final melawan Han Chengkai/Zhou Haodong dan menahan Minions di posisi ketiga. Terakhir di final Yonex French Open, lagi-lagi melawan Han Chengkai/Zhou Haodong, yang membuat mereka harus legawa menjadi runner-up.

Dengan sederet prestasi di tahun ini tersebut, Minions sebenarnya telah memecahkan rekornya sendiri. Khususnya pada gelaran Super Series yang tahun lalu mereka borong lewat tujuh gelar juara berturut-turut. Menghanguskan rekor ganda putra Korea Selatan, Lee Yong Dae/Yoo Yeon Seong, yang juga pernah meraih gelar juara Super Series lima kali berturut-turut pada 2015. 

Sementara dalam kejuaraan All England, ganda jebolan PB Djarum dan PB Tangkas ini juga berhasil mempertahankan gelar ganda putra yang terakhir dipegang Indonesia pada tahun 1996. Setelah menang di tahun 2017 lalu, Kevin/Marcus kembali menang di tahun ini. Mereka sukses menaklukkan ganda terbaik Denmark, Mathias Boe/Carsten Mogensen, dalam 42 menit saja.

Kabarnya, masih ada empat kompetisi lagi yang harus diikuti Minions hingga penghujung tahun ini. Seperti Syed Modi International 2018 (Super 300) dan Scottish Open 2018 (Super 100) pada 20-25 November, Korea Master (Super 300) pada 27 November-2 Desember, serta BWF World Tour Finals 2018 (World Tour Finals) pada 12-16 Desember mendatang.

Namun apapun hasilnya nanti, yuk kita sama-sama mendukung dan mendoakan Minions untuk hasil terbaik. Semoga kerja keras mereka kembali menorehkan prestasi dan makin menggaungkan nama Indonesia di seluruh penjuru dunia.

Semangat terus, Minions! We’ve got your back!

Related Articles
Sport
BWF Menahbiskan Liliyana Natsir Sebagai Pebulu Tangkis Putri Terbaik Dekade Ini

Sport
Tak Tertandingi! The Minion Juarai Fuzhou China Open 2019

Sport
Siap Berlaga di All England 2019, PBSI Harapkan Satu Gelar