Opinion

Lulusan Luar Negeri Lebih Oke, Siapa Bilang?

Nizar Fahmi

Posted on June 7th 2018

Sejalan dengan waktu banyak dari kita-kita yang udah mulai merencanakan masa depan sejak dini. Yaaah walaupun misalnya kamu bukan salah satunya nih, hati-hati aja, quote yang katanya “time is money” itu beneran ada gengs. Jangan sampai nyesel belakangan.

Sebenarnya, kita udah sih menata masa depan dari jauh-jauh hari. Cuma, kadang semangat sering banget patah di tengah pas tahu rencana yang udah disusun dan idam-idamkan tiba-tiba kandas nggak sesuai sama perkiraan. Terutama salah satunya waktu nyari kerjaan. Belum apa-apa, rasa ciut udah muncul duluan gara-gara nge-notice saingan kita itu orang yang baru aja lulus sekolah atau kuliah dari luar negeri.

Belakangan ini, saya suka banget ngebatin sendiri gengs, “Emang bener, lulus dari luar negeri itu oke. Tapi masa iya saya yang nantinya jadi lulusan dalam negeri ini nggak bisa oke juga?” Akhirnya rasa batin itu berujung ke rasa penasaran saya, siapa saja orang Indonesia yang lulusan dalam negeri, tapi bisa punya level “oke” yang setingkat sama lulusan luar negeri. Ternyata? banyak!

Nggak percaya? Coba cari kisah Ibu Menteri Kelautan kita, iya, Ibu Susi Pudjiastuti. Bahkan Ibu Susi lulus dari sekolah yang nggak tinggi-tinggi banget, hanya sampai bangku SMP!!

Bersaing untuk menjadi yang terbaik sebenarnya nggak selalu omongin tentang dari mana almamater kita berasal. Selain faktor luck yang sering dielu-elukan banyak orang, coba dari sekarang kita mulai sedikit melirik sejauh apa, dan setinggi apa soft skill yang kita punya selama hidup di dunia fana ini.

Karena sebenarnya, soft skill itulah yang sering kali menentukan akan bagaimana nasib seseorang ke depannya. Nggak percaya lagi? Ibu Susi Pudjiastuti diangkat menjadi Menteri Kelautan oleh Bapak Joko Widodo karena dianggap punya banyak soft skill dalam dirinya gengs. Doi benar-benar dikenal sebagai sosok yang tangguh. Beliau udah dapat kurang banyak banget gelar selama masa hidupnya. Salah satunya yang paling baru adalah Creative and Innovative Person of the Year tahun 2018 yang didapat dari Indonesia Choice Award.

Dari tadi ngomongin soft skill mulu, emang apa aja sih yang masuk dalam kategori soft skill itu? Kalau saya paparin semua di sini, kebanyakan. Nanti kamu males baca. Cari referensi sendiri nggak ada salahnya ya, hitung-hitung persiapan untuk jadi orang yang “oke” dari sekarang.

Tapi di antara puluhan deretan soft skill yang bisa bantu kamu jadi lebih oke, ada beberapa list yang harus kamu punya dalam diri kamu. Seperti skill leadership, ngomong di depan umum nggak pakai malu, bisa kerjasama dalam tim, punya motivasi diri yang tinggi, dan yang paling penting, rasa percaya diri. Kalau nggak punya yang lima ini, bayangin aja, gimana caranya kamu mau bersaing sama orang-orang “oke” itu?

Nah, jadi sekarang jangan mikir kalau ternyata kita nggak layak untuk jadi oke. Toh ada studi yang bilang, kalau kita mau curi perhatian bos sebuah perasaan, sering-seringlah asah soft skill diri. Karena 92 persen dari mereka bakal melirik orang yang punya soft skill dalam dirinya, ketimbang orang yang lulus dari luar negeri. Bos-bos itu hanya menilai sebanyak 64 persen lulusan luar negeri akan memiliki kinerja yang apik.

Related Articles
Opinion
Terkenal Itu Musibah

Opinion
Masih Perlu kah Seragam Sekolah?

Opinion
Kenapa Datang Pagi ke Sekolah?