Opinion

Balada Jadi Influencer

Ilham Kape

Posted on June 6th 2018

Di era teknologi yang pesat ini, banyak sekali profesi baru bermunculan. Salah satu yang paling kekinian adalah profesi yang memanfaatkan media sosial. Dengan bermodalkan ribuan bahkan jutaan followers, kita sudah bisa menjadi seorang influencers, atau istilah kerennya selebgram.

 Di balik banjir duit hasil endorse sana-sini yang selalu dibangga-banggain itu, lo perlu tahu kalau menjadi influencers itu nggak selamanya enak. Pasti ada aja masalah-masalah yang akan datang menghantui. Contohnya kasus yang belum lama menimpa Gita Savitri Devi, seorang Youtube influencers, merangkap mahasiswa Indonesia yang sedang belajar di Jerman.

Nggak kok, di sini gue nggak mau bahas masalah yang dia alami. Gue cuma mau menjabarkan ke kalian semua—terutama generasi milenial—alias generasi micin kalau menjadi influencers itu ada tantangan yang perlu diperhatikan. Ya, namanya juga hidup pasti ada aja hambatannya. Berikut ini gue mau ngasih tau balada menjadi influencers yang harus lo ketahui.

Selalu Salah

Katanya, cowok selalu salah dan cewek selalu benar. Tapi begitu jadi influencers, cewek pun bisa salah. Apalagi kalau postingan lo nggak sepaham sama followers. Biarpun lo sudah membuat konten yang baik, di mata netizen yang mahabenar, lo bakal selalu salah

Sering Ada di Tukang Jahit

Tukang jahit? Iya. Tukang tukang jahit itu kan punya banyak bahan. Nah, dengan kita jadi influencers, semua konten kita bisa jadi bahan. Bahan omongan, maksudnya. Entah itu diomongin sesama influencers, atau diomongin sesama followers. Percaya deh, sekali lo jadi influencers, setiap senti pergerakan lo bakal jadi bahan dan berpotensi mempengaruhi segala aspek kehidupan orang lain.

 Dicap Sombong

Hari gini, bukan hanya lewat nggak permisi aja yang bikin kita dibilang sombong. Nggak follback pun bikin lo bisa dibilang sombong! Apalagi kalau lo  influencers. Bakal banyak banget orang baru yang bilang lo begitu, cuma gara-gara nggak follback. Wah, padahal jadi influencers kan juga punya hak untuk memilih siapa yang harus di-follow dan nggak. Lagipula, emangnya ada ya hubungannya antara sombong sama nge-follback atau enggak?

Pokoknya buat kalian para calon influencers, tetaplah bikin karya yang bermanfaat dan menarik buat para followers. Bukan sekadar jadi populer gara-gara beli followers yang banyak (ups).

Related Articles
Entertainment
Kenalan Sama Para Selebgram "Buatan"

Tech
Makin Mudah, Kini Pengguna Instagram Bisa Kumpulkan Donasi Saat Siaran Live

Interest
5 Tips Kecantikan untuk Remaja ala Bintang TikTok Leila Bauer