Interest

Bikin Weekendmu Seru dengan Ikut Walking Tour di Semarang

jalan sore, mari kita berjalan sore-sore...

Geby Namira M

Posted on November 9th 2018

Akhir pekan kalian biasanya ngapain aja, sih? Tidur doang? Makan? Atau bangun-makan-tidur? Wah, sayang banget. Kamu bisa loh melakukan hal berfaedah yang satu ini. Sudah sehat, hemat, menyenangkan, menambah ilmu, bisa nambah gebetan pula #eh! Nama kegiatannya walking tour, guys. Bukan jalan-jalan biasa, karena kita bakal didampingi oleh tour guide berpengalaman dan bersertifikasi selama keliling-keliling. Gimana serunya? Kayak gini, nih.... 

Kayak namanya, walking tour benar-benar mengajak kamu jalan kaki mengenal suatu lokasi secara mendalam. Apa yang menarik di sana, apa yag bersejarah di sana, dan fakta-fakta lainnya Udah lumayan banyak kok tipe tur semacam ini. Di Jakarta, Lombok, Surabaya, Yogya, bahkan di kotaku, Semarang, sudah banyak operatornya. Peminatnya? Jangan ditanya. Selalu full! 

Nah, kalau di Semarang sendiri, rute walking tour yang ditawarkan ada di hari Sabtu dan Minggu. Rutenya berbeda-beda setiap minggunya. Kamu tinggal pilih mau gabung rute yang mana di minggu itu.

Jatingaleh, Simpang Lima, Kota Tua, Spoorweg adalah beberapa menu tur rutin yang mereka sediakan. Namun di momen-momen tertentu,  mereka juga akan mengadakan rute spesial. Dan seperti yang kubilang di atas, setiap rute ini punya pemandu khusus yang pengetahuannya sudah nggak diragukan lagi. Operator tur yang kuikuti menyebut para pemandu mereka dengan para storytellers. 

Biarpun panas (malah kadang bonus kehujanan), bikin kaki pegal (jaraknya bisa sampai 3 kilo), dan bikin haus maksimal, waking tour itu seru banget. Karena kita jadi tahu tempat-tempat yang banyak orang nggak tahu. Pun kalau banyak orang tahu, setidaknya kita jadi tahu cerita di balik tempat itu. Senang loh, rasanya bisa mengenal lebih jauh suatu tempat yang sehari-sehari sebenarnya sering kita lewati. 

Contohnya kayak lokasi yang kudatangi bersama Bersuka Ria Walk walking tour ini. Namanya Seni Foto Gerak Cepat. Salah satu studio foto yang terkenal banget pada zamannya, namun kini kian meredup seiring berkembangnya dunia digital. Katanya sih, dulu dinamakan seni foto gerak cepat karena mereka bisa mencetak foto kurang lebih satu jam saja. Sedangkan studio foto lain butuh satu minggu untuk mencetak foto. Wah, pantas saja ya jadi sepi. Di era sekarang, semua orang punya studi foto dan percetakan sendiri di rumah masing-masing. Jauh lebih gercep malah karena tinggal di print. Hiks.

 

Jika kamu penasaran buat ikutan, jangan khawatir. Tur ini sama sekali nggak bayar. Tapi sebagai gantinya, kamu diharap bisa memberi tips kepada para pemandu. Pokoknya pay as you wish, tergantung seberapa puasnya kamu terhadap cara mereka memandu.

Yakin nih masih mau leyeh-leyeh di kasur ketika weekend? Yuk ah, ikut bareng aku pergi jalan-jalan menikmati kekayaan sejarah kota Semarang. Jalan-jalan nggak harus selalu jauh, bukan?

Artikel Terkait
Interest
Banyuwangi Tak Melulu Kawah Ijen, 5 Destinasi ini Juga Wajib Masuk Bucketlist-mu

Interest
Semarang Terpilih sebagai Destinasi Wisata Terbersih di Asia Tenggara

Interest
Taman Nasional Lorentz Jadi Google Doodle, Ini yang Wajib Kalian Tahu!