Current Issues

Bystander Effect, Fenomena Saling Menunggu Orang Lain untuk Membantu

I Kadek Wira Aditya

Posted on November 5th 2018

Bystander Effect, Fenomena Saling Menunggu Orang Lain untuk Membantu

Entah akhir-akhir ini saya menemukan hal yang membuat saya risih ketika berada di jalan. Dari orang yang saling bertengkar di jalan bukannya bantu untuk melerai, hingga ketika ada pengendara motor yang jatuh bukannya langsung menolongnya dan menunggu pengendara tersebut di tolong orang lain. Ironisnya, banyaknya orang yang berada di sekitar kejadian tersebut sebenarnya mempunyai peluang besar sigap untuk membantu. Namun, mereka memilih melihat kejadian terlebih dan menunggu orang lain untuk membantu. Sungguh disayangkan memang. Lantas, seandainya kita diposisikan orang yang sedang dalam kesulitan seperti yang saya contohkan tadi, akan kah kamu kesal bila tidak ada orang yang segera membantu padahal kamu sedang membutuhkannya?

Usut punya usut, kondisi seseorang tersebut termasuk dalam bystander effect dalam istilah psikologi. Encyclopedia of Social Psychology yang ditulis oleh Roy F Baumeister dan Kathleen D Vohs, bystander effect merupakan perilaku individu yang melihat atau mendengar suatu kejadian, namun tidak mau terlibat atau memilih menjadi ’’saksi’’ dalam sebuah kejadian dan saling menunggu untuk melakukan tindakan. Ada banyak faktor sebenarnya bystander effect ini dialami oleh seseorang. Misalnya karena social inhibitation, pluralistic ignorance, dan difussion of responsibility.

Social inhibitation berkaitan dengan seseorang cenderung untuk menghindari penilaian negatif (misalnya salah sangka, bersikap berlebihan, atau salah dalam bersikap) bila menolong seseorang. Kemudian pluralistic ignorance yaitu, seseorang cenderung untuk mencari tahu  atau membantu orang lain dengan melihat terlebih dahulu orang lain untuk membantu. Dan terakhir, diffusion of responsibility, kondisi seorang individu merasa ketika seseorang membutuhkan pertolongan, orang lain juga memiliki tanggung jawab yang sama untuk membantu orang (yang membutuhkan pertolongan) tersebut.

Bila kamu merasa mengalami bystander effect dari faktor tersebut, kamu bisa melakukan hal-hal ini untuk membiasakan perilaku tersebut. Pakar psikolog sosial, Bibb Latané dan John Darley, menyebutkan ada beberapa langkah yang bisa diikuti untuk membiasakan (segera) menolong. Dalam hal ini mari kita gunakan contohnya saat kamu mengetahui terjadi kecelakaan saat berada di jalan.  Pertama kita harus memahami kecelakaan tersebut sebagai suatu masalah yang harus segera diberi tindakan atau darurat. Begitu kamu sudah mengetahui dan memahami bahwa kecelakaan tersebut adalah sesuatu yang ‘darurat’, maka langkah kedua yang dapat kamu lakukan coba posisikan dirimu sebagai individu seandainya itu terjadi padamu. Secara otomatis dirimu akan terpanggil untuk segera menolong orang yang sedang mengalami kecelakaan tersebut. Langkah terakhir segeralah bertindak sebisa mungkin tanpa harus melihat kondisi orang sekitarmu untuk segera menolong.  Dengan terus membiasakan langkah tadi, perlahan dirimu akan terhindar mengalami bystander effect. Selamat mencoba!

Related Articles
Current Issues
Kenapa sih Rindu Itu Berat?

Current Issues
Creepy, Disney Bikin Robot Tak Berkulit yang Bisa Berkedip Mirip Manusia

Current Issues
Membatasi Kapasitas Ruangan Dapat Menurunkan Infeksi Covid-19 Secara Signifikan