Current Issues

Motion Sickness, Biang Kerok yang Bikin Perjalanan Nggak Nyaman

Cakra Ajie

Posted on November 3rd 2018

Bepergian menjadi suatu hal yang sangat kita suka. Apa lagi, kalau tempat tujuannya sudah jadi impian sejak lama dan perginya bersama orang-orang tercinta. Wah, makin menyenangkan rasanya. Namun, semua itu bisa berubah jadi nggak nyaman ketika motion sickness alias mabuk perjalanan menyerang. Bawaannya pusing, mual, dan nggak jarang sampai bikin muntah di tengah jalan. Yuhhh.... 

Hmm, kenapa ya kita bisa mengalami mabuk perjalanan? Harus gimana dong supaya kita bisa mencegah mabuk yang satu ini muncul?

Dikutip dari Scientificamerican, Timothy C. Hain (profesor neurologi, otolaringologi, dan ilmu terapi fisik dari Northwestern University Medical School) dan Charles M. Oman (direktur Man Vehicle Laboratory di Massachusetts Institute of Technology and kepala penelitian di NASA National Space Biomedical Research Institute) mengatakan bahwa otak akan mengumpulkan beragam informasi dari semua indra untuk mengetahui di mana sebenarnya kita tengah berada. Informasi ini lalu akan diselaraskan dengan kondisi telinga bagian dalam, tempat sistem vestibula—pusat keseimbangan yang memiliki tiga saluran setengah lingkaran dan otolit—berada.

Nah, mabuk perjalanan terjadi saat otak merasa bingung dengan perubahan kondisi yang kita alami. Indra kita mengira kita sedang diam, namun cairan di dalam telinga bergerak dan memberi tahu otak kita kalau kita sedang bergerak. Seperti di dalam mobil misalnya, kita memang tidak benar-benar sedang bergerak. Kita hanya duduk diam, tetapi mata melihat rumah-rumah yang kita lewati bergerak karena mobil bergerak. Di sinilah kebingungan di kepala itu terjadi.

Saat otak kita bingung akibat kordinasi indra dan pusat keseimbangan tidak sinkron, muncullah sensasi mabuk itu. Rasa pusing, berkeringat, mual, dan muntah menjadi gejala umum akibat kordinasi yang terganggu. 

Rasa mabuk umumnya hanya dirasakan penumpang, namun tidak pada pengemudi. Sebab pengemudi secara sadar mengerti bahwa dirinya memang sedang bergerak. Sehingga ‘kesalahpahaman’ antara indra dan telinga pun tidak terjadi.

Mabuk perjalanan yang muncul ketika kita melakukan penerbangan dan perjalanan laut secara umum juga dipengaruhi hal yang sama. 

Nah, buat mencegah atau meringankan mabuk perjalanan, kamu bisa mulai dengan langkah awal yaitu dengan tidak membaca selama perjalanan. Sebab, gerakan mata ketika membaca (buku maupun gawai) makin memperparah reaksi di pusat keseimbangan dalam telingamu. Otakmu semakin bingung, dan makin pusinglah kamu. Lihatlah keluar jendela saja agar tubuhmu bisa beradaptasi dan memberi tahu otak kalau kamu memang sedang benar-benar bergerak.

Kedua, kalau kamu sadar sangat mudah mabuk dalam perjalanan, pilihah lokasi duduk yang strategis. Guncangan di dalam kendaraan akan membuat tubuhmu semakin bingung. Baik naik bus, mobil, maupun pesawat, hindari duduk di bagian belakang karena potensi guncangannya lebih besar. Duduklah di depan jika naik mobil atau bus. Duduklah di depan atau di dekat sayap jika naik pesawat. Dan duduklah di dek atas agar bisa melihat horizon jika naik kapal. Posisi-posisi tersebut memiliki potensi guncangan yang lebih kecil.

Ketiga, perhatikan apa yang kamu makan. Jangan pernah bepergian dengan perut kosong. Gas lambung yang tinggi saat kamu bepergian akan makin memperparah rasa mual yang kamu dapat ketika mmengalami mabuk perjalanan. Usahakan mengisi perutmu dengan makanan ringan yang tidak asin dan tidak berminyak. Makanan asin akan membuatmu mudah dehidrasi, apa lagi kalau kamu bepergian dengan pesawat yang semakin tinggi daya jelajahnya udara semakin kering. Sementara makanan berminyak hanya akan membuat perutmu begah dan sehingga perutmu semakin tak nyaman. 

Melakukan acupressure juga bisa kamu lakukan untuk meringankan mabuk perjalanan. Sebuah studi yang dipubliasikan Aviation, Space, and Environmental Medicine Amerika Serikat pada 1995 membuktikan acupressure dapat menstimulasi sirkulasi peredaran darah sehingga meringankan mabuk perjalanan yang kita rasakan. Berminat mencoba? Tekanlah area pergelangan dengan ibu jari beberapa saat. Variasi tekanan bisa kalian sesuaikan dengan yang kalian rasakan.

Terakhir, selalu sedia permen jahe dan obat anti mabuk. Jahe diketahui sangat baik untuk pencernaan. Ia meredakan kembung dan memberikan rasa hangat. Namun jika tidak berhasil, tak ada pilihan lain selain menelan obat anti mabuk yang bisa bikin kamu ngantuk parah. Tapi itu lebih baik bukan, dari pada menghabiskan sisa perjalanan dengan bolak-balik ke toilet atau berhenti di tengah jalan untuk muntah?

Mabuk perjalanan memang bisa diatasi. Namun upaya itu takkan berarti jika kamu terus-terusan cemas sebelum berangkat. Jadi, berdoalah dan berpikir tenanglah agar kamu terhindar dari mabuk perjalanan yang muncul karena sugestimu sendiri. Setuju? 

Related Articles
Current Issues
Kenapa sih Rindu Itu Berat?

Current Issues
Creepy, Disney Bikin Robot Tak Berkulit yang Bisa Berkedip Mirip Manusia

Current Issues
Membatasi Kapasitas Ruangan Dapat Menurunkan Infeksi Covid-19 Secara Signifikan