Sport

Yamaha Sewa Cal Crutchlow untuk Tes Motor M1 Quartararo

Tora Nodisa

Posted on January 25th 2023

Foto: GP One

Tim-tim MotoGP sedang bersiap menghadapi musim baru. Yamaha sebagai salah satu kontestan sedang mencoba motor baru di Sirkuit Sepang, Malaysia. Biasanya pembalap utama tidak turun untuk sesi uji coba seperti ini. Yamaha pun sama, mereka menyewa Cal Crutchlow untuk mencoba motor baru yang akan digunakan oleh Fabio Quartararo di MotoGP 2023. 

Pada fase-fase akhir MotoGP 2022, banyak pembalap mengeluhkan tentang motor yang kurang kompetitif. Ini disebabkan karena pabrikan seperti Honda dan Yamaha dianggap kurang serius dalam pengembangan motor. Sehingga mereka dikalahkan oleh Ducati, yang mampu menuarai musim 2022. Marc Marquez juga sempat mengeluh dengan motornya kepada Honda. 

Sama juga dengan Honda, Yamaha tidak berdaya di bawah tekanan Ducati. Quartararo yang sempat memimpin klasemen hingga berjarak 91 poin di pertengahan musim, malah merosot di akhir musim. Sehingga dia terlempar dari persaingan untuk meraih gelar juara dunia. Sementara Quartararo tak bisa bersaing, Franco Morbidelli malah tercecer dari urutan 10 besar. Yamaha benar-benar mengalami kerugian besar di tahun 2022. 

Tampaknya kali ini mereka berupaya bangkit. Berdasarkan data-data yang dikumpulkan dari Quartararo dan Morbidelli, insinyur mesin Yamaha mencoba untuk meningkatkan performa M1. Tak hanya itu, Yamaha juga mendatangkan Luca Mamorini, seorang mantan insinyur Ferrari. Dia bertugas mengatasi masalah tenaga mesin, hingga aerodinamika motor M1. 

Namun semua inovasi dan komponen baru yang dipasang di motor M1 butuh diuji. Oleh karena itu, Yamaha menyewa Cal Crutchlow untuk menjadi rider-test. Dia sudah pensiun dari MotoGP sejak 2020. Namun pembalap berusia 38 tahun ini pernah berada di Yamaha mulai tahun 2011-2013 dan 2021-2022. Jadi Crutchlow dianggap sosok yang tepat untuk menguji kemampuan motor yang akan dikendarai oleh Quartararo di MotoGP 2023. 

"Yamaha telah melakukan banyak hal untuk motor ini, dan saya harus bisa memberikan impact kepada mereka," kata Crutchlow kepada GPOne.com. "Perbedaan dulu dan sekarang sangat jauh. Sekarang ada 27 pembalap yang dipakai untuk menguji satu motor. Ini komitmen yang luar biasa. Mesin baru ini bisa meningkat kecepatannya. Saya jamin Fabio (Quartararo) tidak akan disalip dengan mudah. Tapi masih ada masalah yang harus dipecahkan."

Salah satu inovasi yang dicoba Yamaha adalah soal aerodinamika. Ketika komponen tersebut dipasang, maka motor punya grip yang lebih bagus di lintasan. Kabar buruknya, ternyata pemasangan aerodinamika di motor Yamaha, justru menghabiskan tenaga. Penambahan elemen sayap yang lebih lebar di bagian depan, justru tidak cocok untuk Yamaha. 

Sebagian tenaga motor akan turun ketika sayap yang lebar diaplikasikan. Inilah yang harus dicari solusinya. Bagaimana grip bisa meningkat, namun bentuk aerodinamis lebih efisien, sehingga bisa memotong udara lebih sedikit. Untungnya ada Crutchlow yang paham masalah ini. Karena dia merupakan pembalap era lama, yang pernah merasakan era motor tanpa aerodinamika, hingga era sayap di bagian depan. (*)

Artikel Terkait
Sport
Yamaha Raih Dua Kemenangan di ”Kandang” Ducati

Sport
Fabio Quartararo Selamatkan Muka Pabrikan Jepang

Sport
Fabio Qaurtararo Kukuh di Puncak Klasemen Setelah Menang di GP Barcelona