Tech

Waspada, Penipu Mengatasnamakan YouTube untuk Mencuri Data Via WhatsApp

Dwiwa

Posted on January 25th 2023

Modus penipuan menggunakan media sosial, seperti WhatsApp, semakin marak terjadi. Biasanya dengan menawarkan sejumlah uang hanya dengan membuka tautan yang dikirimkan. Tentu saja, penawaran tersebut menggiurkan di tengah banyaknya PHK perusahaan-perusahaan raksasa seperti Google, Microsoft, hingga Amazon.

Masalahnya, penipuan seperti itu sangat merugikan bagi kita yang menggunakan media sosial sehari-hari. Salah satu modus baru penipuan yang menggunakan WhatsApp terjadi di beberapa negara seperti Brasil dan India. Penipuan itu menjanjikan uang hanya dengan memberikan like di YouTube.

Dilansir dari Gizchina, cara kerja penipuan baru yang menjanjikan penghasilan tambahan hanya dengan menyukai beberapa video YouTube cukup sederhana. Penipu alias scammer menghubungi orang-orang melalui WhatsApp dan mengatakan bahwa mereka adalah perwakilan dari perusahaan pemasaran global.

Para penipu meyakinkan pengguna bahwa mereka bisa mendapatkan sekitar USD 0,50 untuk setiap like. Tidak banyak memang, tetapi mereka menjanjikan hingga USD 60 per hari jika kamu melakukan 5.000 like.

Artinya, jika kamu menyukai 5.000 video setiap hari selama tujuh hari dalam seminggu, penghasilan yang didapat bisa mencapai sekitar USD 420 per minggu. Sangat fantastis bukan? Masalahnya, ini adalah penipuan yang mencoba mencuri data dan uangmu.

Setelah penipu mengelabui pengguna WhatsApp, mereka akan meminta informasi pribadi untuk melanjutkan pembayaran. Setelah mengumpulkan data, para penipu akan mengatakan bahwa mereka menghadapi masalah teknis.

Terkadang, mereka bahkan akan mentransfer sejumlah kecil agar lebih meyakinkan. Setelah itu, mereka akan meminta pengguna memasang aplikasi untuk mentransfer pembayaran.

Masalahnya adalah, aplikasi ini biasanya merupakan trojan atau malware. Mereka akan meminta pengguna untuk mentransfer USD 1 untuk verifikasi. Para penipu kemudian akan mendapatkan akses ke semua datamu. Hanya dengan beberapa langkah, kamu akan memberi penipu akses ke detail rekening bank, kartu kredit, email, dan lainnya. Begitu mereka mendapatkan akses tersebut, tidak banyak yang bisa dilakukan selain memblokir semuanya.

Jika kamu pernah mendapatkan pesan yang menawarkan pekerjaan semacam ini, ketahuilah bahwa itu bisa jadi penipuan dan sangat berbahaya. Setelah proses penipuan selesai, scammer akan menghapus akun WhatsApp dan melarikan diri untuk mencari korban lain.

Di Brazil, ada beberapa penipu yang menggunakan WhatsApp dan Telegram untuk mencuri data pengguna. Mereka mengatakan sebagai pegawai Amazon dan akan menunjukkan serangkaian tangkapan layar pembayaran untuk meyakinkan para korban. Biasanya, tujuannya sama: untuk mencuri datamu dan mendapatkan akses ke informasi pribadimu.

Karena itu, pastikan untuk melaporkan akun WhatsApp yang mengirimkan tawaran ini dan memblokirnya untuk akses di masa mendatang. Selain itu, jangan tinggalkan nomor teleponmu di situs web publik atau media sosial.

Terkadang, penipu akan mengakses grup tertentu hanya untuk mencari korban. Jadi, tidak mudah untuk menghindarinya. Hal terbaik untuk dilakukan adalah selalu melakukan penelitian dan jangan tergiur dengan tawaran mendapatkan uang dengan sangat mudah.

 

Foto: Pixabay

Artikel Terkait
Tech
Awas Spyware Incar Datamu, Lakukan 5 Langkah Ini Agar Terlindungi

Interest
Waspada Modus Penipuan Pretexting yang Incar Data Pribadi Kamu

Tech
6 Cara Mudah Melindungi Data Kita di Internet