Interest

6 Tradisi Cap Go Meh untuk Merayakan Puncak Imlek 

Soffya Ranti

Posted on January 24th 2023

Rangkaian perayaan Imlek belum usai. Setelah ini masyarakat keturunan Tionghoa akan menyambut Cap Go Meh. Cap Go Meh dikenal sebagai puncak sekaligus penutupan rangkaian acara tahun baru Imlek. 

Nama Cap Go Meh ini pun sebenarnya diambil dari bahasa Hokkien. Cap berarti sepuluh, Go adalah lima, dan Meh berarti malam. Sehingga dapat diartikan sebagai malam ke-15. 

Dilansir dari China Highlights Cap Go Meh memang dirayakan pada malam ke 15 atau dua minggu setelah tahun baru Imlek. Di Tiongkok sendiri, Cap Go Meh biasa disebut dengan Festival Lentera Tionghoa atau Yuan Xiao Jie. 

Baca Juga: 20 Ucapan Selamat Tahun Baru Imlek 2023 dalam Bahasa Mandarin

Kapan Cap Go Meh berlangsung? 

Cap Go Meh berlangsung pada malam ke 15 atau dua minggu setelah Tahun Baru Imlek 2023. Maka dari itu pada tahun ini masyarakat Tionghoa akan merayakannya pada 5 Februari 2023. 

Sejarah Cap Go Meh 

Cap Go Meh sendiri sudah ada sejak 2.000 tahun yang lalu. Ada beberapa cerita mengenai asal-usul Cap Go Meh. Salah satunya diperingati sebagai perayaan Buddhis. Pada awal Dinasti Han Timur (25-220) Kaisar Hanmingdi mendengar bahwa beberapa biksu menyalakan lentera di kuil mereka untuk menunjukkan rasa hormat kepada Buddha pada hari kelima belas bulan lunar pertama. 

Sejak saat itu ia memerintahkan agar semua kuil, rumah tangga, hingga istana kerajaan menyalakan lampion. Kebiasaan ini yang akhirnya menjadikan festival besar di kalangan masyarakat Tionghoa. 

Tradisi yang sering dilakukan saat Cap Go Meh 

Terdapat beberapa tradisi festival lentera atau Cap Go Meh yang biasa dilakukan. Selengkapnya berikut ini beberapa kegiatan dalam perayaannya. 

Menyalakan lampion 

Saat Cap Go Meh umumnya masyarakat akan menyalakan lampion di rumah-rumah, taman, jalanan, hingga pusat perbelanjaan. Lampion-lampion ini berwarna merah dengan harapan  memohon keberuntungan. 

Lampion-lampion yang dinyalakan ini melambangkan untuk “menerangi masa depan”. Lampion-lampion yang dinyalakan ini diharapkan dapat membawa harapan terbaik kepada masa depan dan keluarga. 

Tebak teka-teki lampion

Satu lagi tradisi Cap Go Meh yang biasa dilakukan yaitu menebak teka-teki lampion. Pemilik lampion biasanya menulis teka-teki di kertas catatan dan menggantungkannya di lampion warna-warni. 

Setelah itu orang-orang akan berkerumun untuk menebak teka-teki. Apabila yakin jawabannya benar ia akan menuju pemilik lampion. Apabila benar ia akan diberikan hadiah/bingkisan kecil. 

Baca Juga: 7 Hal yang Tidak Boleh Dilakukan saat Perayaan Imlek 

Makan Tangyuan 

Tangyuan adalah makanan khas Cap Go Meh yaitu bola-bola beras ketan yang direbus dalam sup manis. Hal ini karena tangyuan pengucapannya mirip dengan tuanyuan yang berarti ‘berkumpul kembali’ dan ‘kelengkapan’. 

Masyarakat Tionghoa percaya bahwa bentuk bulat dan bola dan mangkuk melambangkan keutuhan dan kebersamaan. 

Menonton lampion 

Saat Cap Go Meh berbagai lokasi akan dimeriahkan dengan berbagai lampion yang meriah. Saat perayaan ini masyarakat dapat berbondong-bondong melihat lampion. Cerahnya lampion ini diartikan sebagai kemakmuran dan kebahagiaan. 

Menonton barongsai 

Masyarakat Tionghoa akan menonton festival barongsai saat Cap Go Meh. Barongsai disimbolkan sebagai keberanian, kekuatan, dipercaya mampu mengusir kejahatan, serta melindungi manusia dan hewan ternak.

Menyediakan berbagai makanan tradisional 

Selain tangyuan, ada beberapa makanan tradisional yang biasanya hadir di Cap Go Meh. Beberapa di antaranya pangsit, kacang tanah, kenari, biji wijen, kenari, dan berbagai makanan manis. (*) 

Foto: The Australian

Artikel Terkait
Interest
Masih Bingung Libur Chinese New Year Mau Ngapain? 8 Aktivitas Ini Bisa Dicoba

Interest
7 Makanan Khas Imlek Punya Makna Keberuntungan

Interest
Kenapa sih Imlek Identik dengan Lampion Merah?