Interest

Night Market di Taiwan: Harga Selangit Yang Nggak Bisa Ditawar

Helena Tipawael

Posted on October 24th 2018

夜市 (Yèshì) adalah 2 karakter sederhana yang bikin Taiwan sukses lebih dikenal dunia dan berhasil mengukuhkan negaranya jadi serbuan wisatawan dari grama-grama lainnya. Yap, pasar malam artinya. Udah ngga asing lagi kalau buka youtube dan konten para kreator-nya mengharuskan para turis untuk datang ke negeri boba dan menikmati makanan serta suasana yang ditawarkan bazar malam hari itu. Atmosfernya……..gabungan kehidupan modis nan trendi ala 2018 plus konvensional kuno Cina gitu. Jadi pastinya, tempatnya fotogenik. HEHEHE.

Situasinya selalu mengasyikkan, tempatnya selalu cantik dan romantis (walaupun statusnya pasar tapi ngga kalah penuh fantasi dari menara Eifel di Paris hihihi). Lampion-lampion kuning di sepanjang jalan selalu bikin hati senang dan tenang. Ngga perlu suara band atau alunan musik akustik karena interaksi para penjual dan pembeli dengan aksen mandarin yang khas itu udah kaya maha-penghibur. Ngga heran kalo blogger-blogger hits Indonesia kayak Anaz Siantar dan Olivia Lazuardy hobi motret di Night Market kalo lagi di Taiwan.

Well, selain suasana yang menjual tapi makanannya juga masuk ke daftar “must-try”. Yakali ke pasar malam ngga nyobain tawaran santapan yang unik, instagramable, dan rasanya bisa bikin dag…dig…dug kaya lagi jatuh cinta.

Basically, banyak banget makanan dan minuman yang enak-enak dan recommended. Tapi yang paling terkenal sih Stinky Tofu, ayam goreng di gerobak-gerobak dan pastinya bubble milk tea (LAGI!). Eh, tapi ngga jarang kalau ada warung steak yang buka di pasar malam. Iya warung…….iya steak! Jadi, makan steak sambil ngemper gitu. Wenak tenan wessss!

Next, aneka barang-barang lucu juga bisa kamu bawa pulang dari pasar istimewa ini. Eitsss, tapi bukan barang oleh-oleh gitu yang mereka jual. Biasanya para pedagang jual tongis, powerbank ataupun kabel cas-casan warna-warni. By the way gengs, it is hard to tell you the truth….KALAU MAU NAWAR HATI-HATI YA! Walaupun warga Taiwan terkenal dengan kearifan dan kebaikan hatinya, tapi kalau sudah seputar dagangan dan cuan (untung) ngga main-main deh. Kalo lagi apes, bisa-bisa kita pembeli kena semprot pas lagi nawar HAHAHA.

Last but not least, semua harus paham kalo ternyata semua hidangan yang dijual di Night Market haram hukumnya untuk ditawar. Walaupun harganya mahal banget (contohnya 2 buah oyster berukuran sedang harganya Rp 75.000,- dan ayam panggang porsi medium Rp. 100.000,-). Mereka percaya bahwa segala sesuatu yang di konsumsi itu ngga baik jika diaksir-aksir. Jadi mending beli dengan harga mahal atau ngga usah beli sama sekali. Hal ini bergandengan erat sama kesopanan dan harga diri. Hehehe

Nah, jadi gimana? Ngga sabar ya mau beli tiket ke Taiwan terus main ke Night Market?! Atau kebayang ngga sih kalo di Indonesia pasar malam bisa di desain jadi penarik pelancong datang ke dalam negeri?:p

Artikel Terkait
Interest
Anton Krotov, Kelilingi 86 Negara Tanpa Banyak Dana

Interest
Mengenal Mandar: Surga Ribuan Budaya

Interest
Lihat Batu, Tetap Eksis, Sambil Belajar