Current Issues

Fenomena Wanita Selalu Salah Baca Maps, Begini Kata Ahli

Sastia Ainun Ningdyah

Posted on January 21st 2023

Ilustrasi wanita membaca maps di mobil

Lagi-lagi video seorang perempuan salah membaca maps viral di berbagai media sosial. Kabarnya, perempuan dan pacarnya itu menuju Kota Yogyakarta. Namun, si perempuan salah membaca maps dan mengarahkan mereka ke Kota Solo.

Persoalan wanita saat membaca maps memang tak ada habisnya. Sering terjadi saat perempuan disuruh memimpin jalan dengan menggunakan peta, mereka selalu pergi ke suatu tempat yang jauh, mengambil rute terpanjang untuk mencapai tujuan, atau lebih buruk lagi, tersesat.

Hal ini menjadi salah satu stereotip gender bagi perempuan yang mayoritas payah membaca peta, dibandingkan laki-laki. Sampai saat ini, ketegangan antara perempuan dan arah yang diberikan oleh peta entah bagaimana begitu fenomenal. Tapi, adakah alasan signifikan mengapa hal ini hanya terjadi pada sebagian besar wanita?

Sebelumnya, pernahkah kalian membaca buku Why Men Don't Listen And Women Can't Read Maps karya Allan dan Barbara Pease? Jika belum, kamu bisa membacanya secara online di sini. Dalam buku tersebut dijelaskan berbagai alasan yang make sense antara gender dengan berbagai aktivitas yang dilakukan, termasuk menavigasikan arah.

Membaca peta mengandalkan kesadaran spasial yang mencakup kemampuan untuk menggambarkan bentuk benda dalam pikiran, dimensi, koordinat, proporsi, dan gerakan. Nah, dalam hal ini, laki-laki secara ilmiah diakui memiliki keunggulan dalam keterampilan spasial karena melalui pemindaian otak, laki-laki memiliki area khusus di sisi kanan otak.

Otak itu didedikasikan untuk kemampuan spasial. Sedangkan wanita tidak memiliki kemampuan tersebut. Kemampuan spasial perempuan terletak di kedua belahan otak perempuan tetapi tidak memiliki lokasi terukur yang spesifik seperti laki-laki.

Dikatakan juga bahwa hormon pria (testosterone) membantu peningkatan kemampuan spasial sementara hormon wanita (estrogen) menekan akan hal itu. Meskipun tingkat hormon ini dapat berfluktuasi dari satu waktu ke waktu lain, seperti bagaimana pengaruhnya terhadap wanita selama menstruasi.

Semakin feminin dan dominan tingkat estrogen seorang wanita, semakin buruk kemungkinan mereka memiliki kemampuan spasial. Contohnya saat mereka membaca arah peta. Kalau menurut beberapa ahli pakar, begini katanya.

Baca Juga: Instagram Punya Fitur Searching Baru untuk IG Maps, Bisa Cari Lokasi Populer

Kemampuan Spasial Tergantung pada Sifat dan Pengasuhan

Menurut pakar perbedaan gender dan kemampuan spasial dari Universitas Flinders, Dr Michael Tlauka, juga menyatakan bahwa kemampuan spasial didasarkan pada sifat dan pengasuhan. Seperti pada umumnya nih, anak laki-laki kecil lebih cenderung diberikan mobil mainan untuk dimainkan. Nah, dengan mendorong dan bermain-main dengan mainan ini, laki-laki disesuaikan dengan ide konsep ruang sejak usia yang muda.

Sementara anak perempuan sulit mengembangkan konsep ruang dengan mendandani boneka barbie. Laki-laki dengan kemampuan spasial juga didukung oleh pengasuhan orang tua ketika mereka lebih cenderung diberikan kegiatan seperti sepak bola, bola basket, video game, dan segala jenis kegiatan yang membutuhkan mereka untuk memahami posisi dan arah.

Otak Wanita Cenderung Strategis

Alasan lain mengapa wanita sulit dengan arah didasarkan pada strategi yang berbeda dalam hal navigasi. Menurut peneliti dari Norwegian University of Science and Technology (NTNU), Carl Pintzka, otak pria cenderung lebih fokus pada proses navigasi untuk mencapai suatu tujuan.

Oleh karena itu dalam membaca peta, kita melihat tujuan dan menuju ke lokasi tersebut berdasarkan arah kompas. Sedangkan wanita melihat destinasi dengan cara yang berbeda. Yap, wanita umumnya melihat dan menghafal rute untuk mencapai tujuan. Nah, menurut para ahli, cara pria menggunakan kompas penunjuk arah dianggap lebih efektif dalam bernavigasi.

Wanita Cenderung Mengingat Lokasi dan Arah Relatif

Menurut ilmuwan dari University of California yang menyatakan, “Pria cenderung menyelesaikan tugas navigasi dengan menggunakan strategi berbasis orientasi yang melibatkan konsep jarak dan arah mata angin, sedangkan wanita cenderung mendasarkan aktivitasnya pada mengingat lokasi landmark dan arah relatif, seperti 'kiri dari', atau 'ke kanan'."

Sekarang kamu tahu kan kenapa sebagian besar wanita sulit membaca peta sendir? Jadi  kalau tergesa-gesa untuk berangkat ke tempat tujuan, jangan terlalu mengandalkan mereka dalam hal ini meskipun mereka mengatakan bahwa mereka berpengalaman.  

Foto: unsplash

Artikel Terkait
Hobi
5 Lagu TikTok Terpopuler 2022, Liriknya Bikin Terngiang-ngiang!

Current Issues
Viral Keraton Agung Sejagat! Kenapa Kok Ada yang Percaya? Ini Penjelasan Ahli

Current Issues
Lato-lato Viral di Indonesia, Ternyata Permainan Ini Berasal Dari...