Esports

Hasil dan Klasemen Valorant Challengers Indonesia Split 1 Final Qualifier Week 1

Kiko Amalia Putri

Posted on January 21st 2023

Valorant Challengers Indonesia Split 1 - Final Qualifier Week 1 Day 1

Valorant Challengers Indonesia Split 1 – Final Qualifiers resmi dimulai. Tepat pada Jumat, 20 Januari 2023, dua pertarungan hangat berhasil disajikan. Sebanyak delapan tim bakal turut meramaikan fase Final Qualifiers selama tujuh minggu ke depan.

Tercatat empat peserta diantaranya merupakan tim yang berhasil lolos dari rangkaian panjang Valorant Challengers Indonesia Split 1. Adalah Team Dominatus, ARF Team, HeroZero Anubis, dan Hike Digital Esports (HDE) yang sukses merangkak di babak Open Qualifier 1 hingga Qualifier 2 serta menyingkirkan lebih dari 70 tim yang berpartisipasi.

Sementara Alter Ego, Boom Esports, Dewa United Esports, dan Bigetron Arctic merupakan tim kasta pertama yang mendapatkan jalur undangan langsung dari pihak penyelenggara Valorant Challengers Indonesia Split 1.

Kini delapan tim terbaik bakal berlaga menggunakan sistem Round Robbin dengan format Best of Three di mana masing-masing peserta berkesempatan untuk bersanding dengan seluruh tim yang berpartisipasi. Enam tim dengan klasemen teratas untuk dapat melaju ke Valorant Challengers Indonesia Split 1 – Main Event.

Itulah alasan mengapa masing-masing tim yang terlibat saling ngotot untuk memberikan performa terbaiknya. So, buat kamu yang kelewatan akan keseruan Valorant Challengers Indonesia Split 1 – Final Qualifier Week 1 Day 1 berikut hasil rangkuman dan klasemen sementara:

Hasil dan Klasemen Valorant Challengers Indonesia Split 1 - Final Qualifier Week 1 Day 1

Team Dominatus vs Alter Ego

Laga pembuka hari pertama langsung disajikan pertarungan seru antara Team Dominatus versus Alter Ego. Dominatus merupakan tim yang berhasil lolos dari fase kualifikasi terbuka. Sementara Alter Ego adalah tim yang mendapatkan undangan langsung dari pihak penyelenggara.

Pada kesempatan ini dari sisi Dominatus, “ValdyN” bermain dengan agent Reyna, Omen untuk “OWMEN”, Sova untuk “r0serade”, Cypher untuk “RiseN”, dan Raze untuk “ray4c”. Sedangkan dari Alter Ego bermain Jett untuk “Nakya”, Raze untuk “Delb”, Cypher untuk “Gemma”, Breach untuk “adrnking”, dan Omen untuk “natzloran”.

Pertandingan dimulai dari Map Haven pilihan Alter Ego dengan mereka bergerak sebagai defender terlebih dahulu. Di laganya ini, Team Dominatus melakukan ban terhadap Map Breeze dan Pearl. Sementara Alter Ego turut melarang penggunaan Map Icebox dan Ascent.

Di laga perdana, Alter Ego memang unggul jauh atas Team Dominatus. Terlebih Haven merupakan map pilihan mereka. “ValdyN” beserta rekan-rekannya mengalami struggling akan permainan Alter Ego yang cenderung rapi dan tidak terburu-buru.

Team Dominatus terlihat gegabah saat menggunakan utility. Sementara dari sisi Alter Ego yang bermain retake site. Akhirnya game pertama berhasil didapatkan dengan mudah oleh Alter Ego dengan keunggulan 13-6. “ray4c” dan “Delb” yang sama-sama menggunakan agent Raze sukses dinobatkan sebagai Most Valuable Player.

Beralih ke game kedua pada Map Fracture di mana Dominatus yang mendapat kesempatan lebih dulu untuk menjadi attacker terlihat mengamankan Reyna untuk “ValdyN”, Brimstone untuk “OWMEN”, Breach untuk “r0serade”, Viper untuk “RiseN”, dan Raze kembali digunakan oleh “ray4c”.

Sedangkan dari Alter Ego memilih Jett untuk “Nakya”, Neon untuk “DelB”, Kay/O untuk “Gemma”, Breach untuk “adrnking”, dan Brimstone untuk “natzloran”.

Di game ini, Dominatus mulai memberikan tekanan. Bahkan membuat Alter Ego sempat tertinggal. Hebatnya, Alter Ego dapat perlahan menyusul dan menyamakan kedudukan menjadi 6-6. Sejak itu, round berjalan makin sengit.

Alter Ego yang bermain lebih rapi dan disiplin, mampu kembali menorehkan kemenangan dengan keunggulan tipis 13-10. Alhasil mereka berhasul menyapu bersih kemenangan dengan skor telak 2-0. Di game yang kedua giliran Viper milik “RiseN” dan Jett “Nakya” yang dipilih sebagai Most Valuable Player.

Hike Digital Esports vs Bigetron Arctic

Pertandingan berikutnya di hari pertama ini rupanya juga berjalan tak kalah menegangkan. Di match yang kedua ini Bigetron Arctic melakukan ban terhadap Map Breeze dan Pearl. Sedangkan dari Hike Digital Esports ikut melarang dari penggunaan Map Icebox dan Bind.

Bermain di Map Ascent pilihan Bigetron Arctic rupanya tak membuatnya berhasil meraih kemenangan dengan mudah. Mengetahui hal itu, HDE tampak langsung memilih agent andalan masing-masing seperti Jett yang diamankan oleh “k1ngkappa”, KillJoy untuk “Kylee”, Omen untuk “Madelyn”, Sova untuk “peekaboo”, dan Kay/O untuk “Zharwow”.

Sedangkan dari Bigetron Arctic mengamankan Fade untuk “NcSlasher”, Sage untuk “ZesbeeW”, Omen untuk “m0rea”, Jett untuk “sayoo”, dan KillJoy untuk “frostmind”. Pola permainan di game kedua ini terlihat jauh berbeda dengan laga antara Team Dominatus versus Alter Ego. Pasalnya di kesempatan ini, kedua tim sama-sama bermain rapi dan terfokus akan satu strategi.

Komunikasi dari Hike Digital Esports tampak berjalan dengan cukup baik. Lantaran mereka sukses membuat Bigetron Arctic cukup kewalahan. Meski sempat memberikan tekanan yang bertubi-tubi, namun Bigetron Arctic mampu mengamankan game pertama denngan kemenangan 13-10.

Dengan begitu dua pemain Duelist dari masing-masing tim berhasil dinobatkan sebagai Most Valuable Player. Adalah “sayoo” dari Bigetron Arctic dan “k1ngkappa” dari Hike Digital Esports yang kala itu sama-sama menggunakan agent Jett andalannya.

Berlanjut di game kedua di mana giliran masing-masing tim berlaga di Map Fracture pilihan dari Hike Digital Esports. HDE yang berusaha mengejar ketertinggalan terlihat mengamankan Neon untuk “k1ngkappa”, KillJoy untuk “Kylee”, Brimstone untuk “Madelyn”, Breach untuk “peekaboo”, dan Kay/O untuk “Zharwow”.

Sementara dari sisi Bigetron Arctic memilih agent Breach untuk “NcSlasher”, Raze untuk “ZesbeeW”, Brimstone untuk “m0rea”, Phoenix untuk “sayoo”, dan Cypher untuk “frostmind”. Pada kesempatan ini Hike Digital Esports tampil lebih rapi dan disiplin.

Meski begitu, tak membuat “sayoo” dan rekan-rekannya menyerah begitu saja. Bigetron Arctic sempat tertinggal, namun mereka berhasil membalikkan keadaan dengan sangat baik dan kembali berbuah kemenangan.

Alhasil di game kedua Bigetron Arctic sukses memperoleh poin perdananya setelah menumbangkan Hike Digital Esports dengan keunggulan telak 2-0. Bersamaan dengan kemenangan tersebut, “sayoo” lagi-lagi dinobatkan sebagai Most Valuable Player dengan total 21 kill dan 13 death. Sementara dari Hike Digital Esports, “Kylee” berhasil menjadi pemain terbaik di game kali ini. (*)

Artikel Terkait
Esports
Siapa Saja Tim yang Lolos ke Valorant Challengers Indonesia? Berikut Profilnya!

Esports
Kandaskan Alter Ego, Onic G Juarai VCT Challengers Indonesia Stage 2

Esports
Apa itu Valorant Challengers Indonesia? Yuk Cari Tahu!