Entertainment

Karya-Karya Sastra Edgar Allan Poe yang Menginspirasi 'The Pale Blue Eye'

Sastia Ainun Ningdyah

Posted on January 20th 2023

Ilustrasi Edgar Allan Poe, penyair Amerika dengan karya yang menjadi inspirasi The Pale Blue Eye

Film The Pale Blue Eye masih menjadi salah satu tontonan seru di layanan streaming Netflix. Sejak rilis pada 6 Januari lalu, film ini selalu memasuki kategori “10 Film Teratas di Indonesia Hari Ini”. Termasuk hingga saat ini.

The Pale Blue Eye menceritakan seorang detektif veteran Augustus Landor (Christian Bale). The Pale Blue Eye mengambil setting tahun 1830 di West Point, New York. The Pale Blue Eye menceritakan Landor yang dapat tugas menyelidiki serangkaian pembunuhan di Akademi Militer Amerika Serikat. Ia memanfaatkan bantuan Edgar Allan Poe, seorang kadet militer muda.

Dalam film The Pale Blue Eye, Edgar Allan Poe bukanlah sosok nyata seorang penyair sastra asal Amerika. Padahal di kehidupan asli, Edgar Allan Poe merupakan sastrawan dengan imajinasinya yang gila terhadap cerita-cerita horror gore, gothic dan misterius. Pria kelahiran Boston, Amerika Serikat, pada 19 Januari 1809 tersebut dianggap sebagai salah satu perintis kisah fiksi detektif dan kriminal yang diakui dunia.

Nah, The Pale Blue Eye sendiri terinspirasi dari karya-karya dan kisah Poe. Karya apa saja sih itu? Mari kita bahas satu persatu.

The Premature Burial

Masih ingat kutipan dalam kredit pembuka di film The Pale Blue Eye? Kutipan itu ternyata dari cerita pendek Poe yang berjudul The Premature Burial. Bagian khusus dari cerita ini membahas tentang batas-batas antara hidup dan mati.

Film ini menggambarkan bagian khusus itu, yaitu saat Melling's Poe sering menyebutkan bahwa ibunya mengunjunginya dalam mimpi dan pikirannya yang menjadi seperti sebuah panduan. Panduan inilah yang membantu Poe untuk mengungkap dan memecahkan beberapa misteri serta menyatukan keterlibatan Landor yang sebenarnya dengan kasus pembunuhan tersebut.

Baca Juga: Ternyata di Sini Lokasi Film 'The Pale Blue Eye'!

The Tell-Tale Heart

Salah satu cerita Poe yang paling terkenal, The Tell-Tale Heart, menceritakan tentang seorang pria yang dihantui oleh suara detak jantung. Detak jantung itu milik hati seorang lelaki tua yang dia bunuh karena takut akan mata biru pucat lelaki tua itu. Perbuatan itu menjadi sebuah kejahatan yang sepertinya tidak bisa dia bersihkan dari hati nuraninya.

Jika dilihat dari makna karya itu, maka masuk dalam adegan film saat Landor yang sering mengalami mimpi buruk karena kesedihannya karena ditinggal mati oleh putrinya, Mathilda. Tapi, tetap ada perbedaan antara film dan ceritanya.

Alih-alih kesedihan Landor akibat dari membunuh seorang pria, kesedihannya datang karena tidak bisa menyelamatkan putrinya. Karena itu, dia merasa harus mengambil tindakan sendiri untuk menyelesaikan masalah dan memburu orang-orang yang menyakitinya serta membunuh mereka. Menarik sekali ya?

The Pit and The Pendulum

Kisah Poe terkenal lainnya, The Pit and The Pendulum, adalah tentang seorang tahanan yang dijatuhi hukuman mati sambil diikat ke papan kayu. Saat dia akan melarikan diri, segala sesuatu di sekitarnya menjadi panas, dan dia hampir jatuh ke lantai sampai mati sebelum dia diselamatkan.

Dalam adegan film, Lea memanipulasi Poe untuk mengambil bagian dalam ritualnya, jadi dia mengikatnya ke papan kayu sebelum dia mencoba mengambil jantungnya. Landor datang untuk menyelamatkan Poe dan dalam perjuangan dengan Lea dan saudara laki-lakinya, ruangan itu terbakar dan Landor mampu menyelamatkan ibu Poe dan Lea dari api.

Baca Juga: Film 'The Pale Blue Eye' Berdasarkan Kisah Nyata? Ini Jawabannya!

The Raven

Karya Poe yang paling terkenal, The Raven, menjadi salah satu referensi dari film The Pale Blue Eye. Puisi itu berfokus pada hilangnya Lenore pada bulan Desember karena sakit dan perasaan putus asa yang dia alami karena gadis yang ia cintai telah diambil darinya.

Dalam film, peristiwa berlangsung selama musim dingin dan bersalju. Ini membuat para penonton menghubungkan lagi antara Lea dan Lenore, hingga ke detail bahwa mereka berdua meninggal karena sakit.

Sebenarnya, masih banyak karya/kisah Edgar Allan Poe yang penuh dengan teka-teki dan fenomenal. Sebagai cerita fiksi bernuansa detektif, salah satu karya Poe juga memberikan pengaruh yang cukup besar pada sastra fiksi bertema detektif lainnya, termasuk Sherlock Holmes dan Hercule Poirot lho.(*)

Foto: Collider

Artikel Terkait

Entertainment
Ternyata di Sini Lokasi Film 'The Pale Blue Eye'!

Entertainment
'Noktah Merah Perkawinan', Film Adaptasi Sinetron Jadul Sudah Tayang di Netflix