Lifestyle

Menikmati Alam Ternyata Bisa Mengurangi Kebutuhan Obat Sejumlah Penyakit

Dwiwa

Posted on January 20th 2023

Banyak orang pergi ke alam untuk mengobati pikiran. Tetapi rupanya, menurut sebuah studi yang baru-baru ini dilakukan, alam memiliki kemampuan lebih dari itu. Berjalan-jalan di taman, di sepanjang danau atau ruang dengan deretan pohon, bisa mengurangi kebutuhan akan obat untuk kegelisahan, asma, depresi, tekanan darah tinggi atau insomnia. 

Studi tersebut menemukan bahwa mengunjungi alam tiga hingga empat kali seminggu memiliki kemungkinan 36 persen lebih rendah untuk menggunakan pil tekanan darah, 33 persen kemungkinan lebih rendah untuk menggunakan obat kesehatan mental, dan kemungkinan 26 persen lebih rendah untuk menggunakan obat asma.

"Analisis ini dapat mengungkapkan hubungan utama, tetapi kami tidak dapat mengatakan dengan pasti apakah kedekatan ruang hijau atau penggunaan yang menyebabkan berkurangnya penggunaan obat-obatan," kata Lincoln Larson, seorang profesor di College of Natural Resources at North Carolina State University di Raleigh, yang tidak terlibat dalam penelitian ini.

"Mungkin orang-orang yang awalnya lebih sehat (dan cenderung tidak mengonsumsi obat resep) lebih cenderung keluar rumah," kata Larson.

Studi yang diterbitkan Senin, 16 Januari, dalam jurnal Occupational & Environmental Medicine, mewawancarai sekitar 6.000 orang secara acak di tiga kota terbesar di Finlandia. Mereka diberi pertanyaan tentang penggunaan ruang hijau dan biru dalam jarak satu kilometer dari rumah mereka.

Ruang hijau termasuk hutan, kebun, taman, pemakaman, halaman, padang rumput alami, lahan basah dan kebun binatang. Sedangkan ruang biru termasuk danau, sungai, dan laut.

Studi sebelumnya telah menemukan orang yang tinggal di dekat ruang hijau menuai manfaat kesehatan yang signifikan. Sebuah studi tahun 2016 membandingkan jumlah tumbuhan dan vegetasi di dekat rumah dari hampir 100.000 wanita. Setelah delapan tahun, para peneliti menemukan bahwa memiliki akses ke ruang paling hijau mengurangi tingkat kematian perempuan sebesar 12 persen dan meningkatkan kesehatan mental mereka.

Sebuah studi tahun 2019 tentang ruang hijau di seluruh dunia menemukan bahwa orang yang tinggal di dekatnya lebih jarang mengalami kematian dini. Bahkan dokter mulai meresepkan alam sebagai pengobatan untuk kesehatan mental.

 

Tidak berlaku untuk mereka yang melihat ruang hijau di rumah

Studi baru ini juga menyelidiki dampak melihat ruang hijau atau biru dari rumah pada penggunaan obat-obatan. Mengamati alam saat berada di dalam ruangan tampaknya tidak berhasil.

“Hanya melihat alam tidak benar-benar mengubah keadaan, tetapi mengalaminya. Penelitian lain menunjukkan kesimpulan serupa,” kata Larson, yang telah mempelajari manfaat taman umum di seluruh Amerika Serikat bagi kesejahteraan penduduk perkotaan.

“Jika kamu ingin mendapat manfaat kesehatan sepenuhnya yang dapat diberikan oleh alam, kamu harus membenamkan diri dalam lingkungan tersebut,” katanya.

Meskipun penelitian belum dapat menunjukkan hubungan yang sebenarnya, Larson masih percaya akan manfaat melihat, serta menikmati alam.

“Jika kamu tidak memiliki akses ke tempat-tempat itu, sekadar melihat ruang hijau (atau bahkan mungkin merasakan alam virtual) lebih baik daripada tidak sama sekali,” tambahnya.

Kamu juga bisa meletakkan tanaman di meja untuk menikmati alam. Sebuah studi tahun 2019 menemukan bahwa merawat tanaman di tempat kerja sedikit mengurangi stres bagi pekerja Jepang, kecuali jika tanaman mereka mati. Pada pengukuran objektif, 27 persen pekerja menunjukkan penurunan detak jantung istirahat yang signifikan, menurut penelitian tersebut. (*)

 

Foto: Pixabay

Artikel Terkait
Lifestyle
6 Penyebab Tubuh Selalu Terasa Capek Meski Nggak Banyak Aktivitas

Lifestyle
Sering Merasa Haus Atau Anxious ? Mungkin Kamu Perlu Tidur Lebih Lama

Lifestyle
Bukan cuma Junk Food, 7 Kebiasaan Sepele Ini Juga Buruk untuk Tubuh