Sport

Bukti Keseriusan Federasi Sepak Bola Jepang pada Kompetisi J.League

Louise Dewangga

Posted on January 18th 2023

Beberapa dekade ke belakang J.League selalu menjadi destinasi para pemain besar Eropa, selain Liga Amerika Serikat (MLS) dan Liga China. Hadirnya invasi pemain-pemain Eropa di J.League adalah sebuah berkah bagi sepak bola Jepang. Peta kekuatan sepak bola Asia menjadi jauh lebih beragam dan sulit ditebak. J.League sendiri adalah liga sepak bola profesional tingkat tertinggi di Jepang.

Kompetisi J.League tak langsung mencuat menjadi kompetisi sepak bola terbaik di Asia. Bahkan ketika itu komite pembentukan kompetisi profesional di Jepang berguru ke Indonesia. Pada era 1980 akhir mereka melakukan studi banding di Indonesia. Karena saat itu di Indonesia memiliki kompetisi semi profesional bernama Galatama.

Dalam studi bandingnya tersebut mereka mengkaji ulang mengenai kriteria-kriteria klub-klub di Jepang yang berhak bergabung dalam format kompetisi profesional seperti markas atau stadion tetap mereka, sponsor hingga syarat-syarat lainnya. Tentunya apa yang ditanam oleh federasi sepak bola Jepang pada tahun tersebut tidak langsung mereka nikmati. Namun fondasi yang dibangun ini menghasilkan pemain sekaligus timnas Jepang yang makin berkualitas tiap tahunnya.

Ironi memang melihat rekam jejak perjalanan sepak bola Jepang yang menunjukkan progres meningkat setiap tahunnya. Sedangkan sepak bola Indonesia yang menjadi contoh bagi Jepang pada tahun 1980-an justru seolah berjalan di tempat hingga sekarang.

Beberapa pemain besar Eropa pun menjadikan J.League menjadi tempat mereka menutup karir sepak bola. Seperti yang kita tahu, Andres Iniesta, Bojan Krkic dan Sergi Samper yang berseragam Vissel Kobe. Jakub Swierczok penyerang timnas Polandia di Piala Eropa 2020 lalu juga masuk dalam daftar tim J.League.

Ekspansi ini tentu menjadikan sepak bola Jepang begitu dinikmati dan menjadi salah satu kompetisi bergengsi di Asia.  Kompetisi J.League sendiri terbagi menjadi tiga divisi. J1 menjadi divisi teratas, di bawah J1 League ada J2 League dan di bawahnya lagi ada J3 League. Kompetisi tersebut juga menerapkan sistem degradasi dan promosi.

Melihat Jepang yang berguru ke Indonesia untuk mengelola kompetisi sepak bola yang menjadi salah satu liga terbaik, kita justru tetap ngene-ngene ae. Bahkan untuk saat ini kompetisi di Indonesia Liga 1 tidak ada degradasi dan Liga 2 dan Liga 3 dihentikan. Dari sini saja kita sudah melihat keseriusan federasi sepak bola kita sampai mana.(*)

Foto: Goal.com, The Japan Times

Artikel Terkait
Sport
Gemilang di Bawah Mistar, Szczesny Bukukan Rekor

Sport
Olivier Giroud Jadi Pencetak Gol Terbanyak Sepanjang Masa di Prancis

Sport
Tuah Kroasia Dalam Urusan Adu Penalti