Sport

Kenapa Chelsea Merekrut Graham Potter Kalau Masih Medioker?

Louise Dewangga

Posted on January 14th 2023

Performa Chelsea di tangan Graham Potter masih angin-anginan.  Empat laga di awal tahun 2023 ia hanya berhasil menyumbangkan satu poin dan gagal lolos ke putaran selanjutnya Piala FA. Bulan Desember, The Blues (sebutan Chelsea) justru keok di dua pertandingan.

November juga demikian. Dari empat laga mereka hanya mampu menang satu kali dan sisanya hasil kekalahan. Oktober masih cukup baik yakno dengan 5 kemenangan dari 9 laga. Kenapa cukup baik? Karena Chelsea sempat takluk melawan Brighton pada laga penutup bulan Oktober. Mereka takluk 4-1. Brighton adalah mantan klub yang dinahkodai oleh Graham Potter.

Perlu diingat, Chelsea memecat Thomas Tuchel karena torehan hasil minor yang diberikan pelatih asal Jerman tersebut. Pada momen yang sama, Mauricio Pochettino dan Zinedine Zidane menganggur. Jika Chelsea benar-benar serius untuk membangun kembali kejayaan klub maka dua nama tersebut adalah pilihan yang tepat.

Kalau Chelsea sedang mencari orang yang ingin mengembalikan klub dari atas ke bawah maka Graham Potter adalah sebuah jawaban. Apalagi penggemarnya begitu menginginkan kemenangan. Perlu diingat bahwa Chelsea adalah tim turis di Kota London dan Inggris.

Jika kalian benar-benar mengamati, setiap Chelsea bertanding di Stamford Bridge akan jauh lebih terdengar chants-chants dari suporter tamu ketimbang suporter tuan rumah. Maka beban berat tersebut yang harus diangkat sendirian oleh Graham Potter.

Rentetan hasil minor, tentu para turis menginginkan lebih. alasan Chelsea mengontrak Graham Potter adalah karena Graham Potter menunjukkan gaya bermain klub semenjana ala tim-tim kuat dengan suntikan dana melimpah. Sebenarnya Graham Potter juga didapuk menjadi salah satu pelatih menjanjikan di masa yang akan datang.

Graham Potter membangun Brighton menjadi sebuah tim yang menjelma menjadi momok menyeramkan. Brighton dikenal karena fleksibilitas dan taktisnya dalam mengoper bola dari lini bertahan hingga lini serang.

Semakin mengesankan mengingat gaya bermain seperti itu terlihat lebih pragmatis dibandingkan dengan Chelsea ketika diasuh Thomas Tuchel yang masih berjuang menemukan identitas yang jelas.

Merekrut Graham Potter bagi Chelsea adalah sebuah perjudian besar. Andai penggemar Chelsea menyisihkan Sebagian tenaganya untuk bersabar maka bisa dipastikan mereka akan jemawa beberapa musim kedepan berkat kepiawaian Graham Potter.

Akademi Chelsea sedikit memiliki sejarah terbatas dalam membawa pemain muda. Hadirnya Graham Potter diharapkan membangun etos baru di akademi Chelsea. Keyakinannya pada proses adalah nilai plus.

Kembali lagi, tidak ada kepastian dalam sepak bola. Apalagi mengambil risiko pada manajer yang belum teruji di level atas sepak bola. Kini Graham Potter sedang diusik karena rentetan hasil minor. Mengutip filosofi jawa mengenai kesabaran untuk menunggu dan menikmati proses Graham Potter di Chelsea adalah sebuah pilihan tepat.

Sebaiknya penggemar Chelsea mengalihkan tenaganya dari menghujat Graham Potter untuk jauh lebih bersabar dan menghela nafas panjang. Karena wong sing bisa sabar rikala susahe, bisa sukur rikala senenge. Bakal mulya uripe.(*)

Foto: SNL24, sports illustrated

Artikel Terkait
Sport
The Blues Menantang Takdir!

Sport
Haaland dan Rekor-Rekor yang Akan Menantinya

Sport
Chelsea Resmi Gaet Wonderkid Asal Brasil Andrey Santos, Biaya Hingga Rp 339 M