DBL

Stece Kalahkan Stero dalam Derby Stella Duce

Honda DBL D.I. Jogjakarta Series 2018

Rea Sava Kinanti Sianturi

Posted on October 21st 2018

Stece dalam Laga Final

Sumber: Bernadetta Bening

 

Stero dalam Laga Final

Sumber: Bernadetta Bening

 

            Usai penantian panjang selama delapan tahun, akhirnya Derby Stella Duce menjadi kenyataan pada Sabtu (20/10) kemarin. Kedua kakak beradik, Stella Duce 1 (Stece) dan Stella Duce 2 (Stero) saling berhadapan di babak final. Meskipun kakak beradik, bukan berarti salah satu dari kedua pihak akan mengalah. Baik Stece maupun Stero sama-sama mengerahkan kemampuan terbaik mereka untuk tujuan yang sama, yakni menjadi champion.

            “Sebenarnya, sempat berpikir, nanti gimana? Kan Stece sama Stero itu kakak beradik. Masa bantai-bantaian? Kan kesannya gimana gitu. Tapi, berhubung tujuan kami adalah champion, ya kami harus all out,” ujar Amelinda Inggriani, kapten Stece saat diwawancarai pada saat press conference.

            Laga bersejarah ini diawali dengan tembakan three point oleh pemain bernomor punggung empat dari Stece. Tak butuh waktu lama, pemain bernomor punggung tiga belas Stero segera melakukan serangan balasan dengan mencetak dua poin. Selama kuarter pertama, Stece maupun Stero beberapa kali mendapatkan kesempatan free throw. Hanya saja, pemain-pemain Stece memiliki akurasi yang lebih baik dalam melakukan free throw dibanding pemain-pemain Stero. Hal ini menyebabkan Stece berhasil mengungguli Stero pada kuarter pertama. Keadaan kian memanas. Selisih poin yang semakin besar membuat Stero beberapa kali melakukan steal, merebut bola dari Stece. Steal ini mengantarkan Stero meraih poin keenambelasnya pada kuarter kedua.

            Dengan ambisi meraih gelar “champion”, tentunya Stece tak membiarkan Stero berjaya begitu saja. Beriringan dengan Stero yang giat menambah poin, Stece pun mengambil langkah dengan memperbesar selisih poin di antara mereka. Alhasil, Stece masih tetap unggul atas Stero dengan poin 36 di kuarter kedua ini. Jelang penghujung kuarter ketiga, pertandingan menjadi semakin alot. Tak ingin tertinggal lebih jauh, Stero memperketat pertahanan dengan melakukan screen man-to-man kepada Stece. Tak terhentikan, pemain-pemain Stece mampu meloloskan diri dari screen ketat tersebut dan kembali memperbesar selisih poin. Aksi Stece ini didukung oleh Stero yang kerap kali melakukan foul, membuat Stece berkesempatan melakukan free throw sebanyak empat kali. Dengan akurasi yang baik, pemain bernomor tujuh Stece tutup kuarter ketiga dengan aksi free throw yang kembali pastikan Stece unggul pada kuarter ketiga.

            Dengan perbedaan poin yang jauh dan sulit untuk dikejar, Stero masih tetap memberikan perlawanan terbaik mereka. Sebanyak lima poin berhasil Stero cetak pada kuarter terakhir ini. Meskipun demikian, Stece yang sedari tadi berjaya atas Stero terus menggempur Stero dengan mencetak poin terus-menerus.

            Pada akhirnya, Stece berhasil meraih gelar champion keenam mereka usai kalahkan Stero dalam Derby Stella Duce ini.

Stece Kembali Raih Gelar "Champion"

Sumber: Bernadetta Bening

 

             Meskipun sempat “berkelahi” dalam babak final, bukan berarti persaudaraan Stece dan Stero lantas berakhir, bukan?

            “Siapapun yang menang, tetap Stella Duce. Meskipun Stece yang menang, aku tetap senang kok,” ujar Agata Fillia, salah seorang siswi Stero.

Related Articles
DBL
3 Hal Unik Yang Bisa Kamu Temuin di Honda DBL DKI Jakarta Series West Region!

DBL
Sengit, Namun Teladan Buktikan Masih Belum Pantas Pulang!

DBL
YADIKA 2 Road To Final