Sport

Tuah Kroasia Dalam Urusan Adu Penalti

Louise Dewanggaa

Posted on December 6th 2022

Deja vu begitu kira-kira yang tergambar ketika menyaksikan laga Korasia kontra Jepang pada format 16 besar Piala Dunia 2022 di Qatar. Kroasia yang lolos dengan status peringkat kedua harus menghadapi raksasa Asia, Jepang.

Melihat penampilan Jepang yang meningkat tentu beberapa orang menjagokan Samurai Biru ketimbang Luka Modric dan kolega.

Jepang yang berhasil membekuk Jerman dan Spanyol pada fase grup benar-benar membuat penggemar Kroasia tak henti untuk menyambung doa agar timnasnya menang.

Jika berbicara lewat pengalaman. Kroasia memang lebih unggul ketimbang Jepang. Secara kualitas pun juga sama. Di atas lapangan Al Janoub Stadium Jepang justru menangkis catatan-catatan lembar statistik tersebut. Bahkan tim berjuluk Samurai biru berhasil unggul terlebih dahulu pada menit 43 dari sepakan Daizen Maeda.

Ivan Perisic menyamakan kedudukan selepas jeda turun minum. Skor 1-1 berlangsung hingga perpanjangan waktu dan memaksa laga harus diakhiri dalam babak tendangan penalti.

Dalam laga yang sudah memasuki sistem gugur, adu penalti adalah momok seram bagi para pemain dan penjaga gawang. Di atas pundaknya harapan dan doa para penggemar bersarang nyaman. Babak adu penalti sudah bukan sebagai siapa yang jago atau siapa yang mahir dalam memainkan si kulit bundar. Kesiapan dan mental yang berbicara dalam momen ini.

Pemain sekaliber Messi, Ronaldo atau bahkan Baggio saja bisa meleset dalam momen adu penalti dan mengubur mimpi yang sudah di depan mata. Momen ini begitu krusial dimana sepak bola sudah bukan lagi sekedar olahraga. Melainkan juga campur tangan keberuntungan dan hal-hal supranatural. Masih ingat kiper Barcelona Jose Manuel Pinto? Seperti itulah gambaran hal-hal keberuntungan dan supranatural.

Penalti Jepang vs Kroasia pun juga begitu. Tiga kali Dominik Livakovic berhasil menepis tendangan penggawa Jepang. Tiga kali. hanya ada tiga kiper yang sukses melakukan tiga kali tepisan dalam babak adu penalti, nama Dominik Livakovic termasuk diantaranya. Kiper asal Dinamo Zagreb ini dulunya menekuni dunia basket.

Kehebatan Kroasia dalam urusan adu penalti seolah membuat beberapa orang deja vu dan sekilas mengingat Piala Dunia 2018. Langkah Kroasia pada edisi Piala Dunia 2018 juga diberkahi oleh Dewi Fortuna yang selalu menyelamatkannya dalam urusan adu penalti. Edisi 2022 di Qatar bisa jadi terulang dan merubah kenangan buruk 2018 menjadi momen manis dan kado indah bagi masyarakat Kroasia.

Bayangkan saja ketenangan skuad Kroasia sangat teruji ketika beberapa pilar pentingnya sudah ditarik keluar sebelum babak adu penalti diputuskan. Modric, Perisic, Kramaric, Kovacic adalah nama-nama besar yang tidak ikut menjadi algojo karena sudah berada di bangku cadangan.

Hasilnya? Dominik Livakovic menjadi juru selamat pada adu penalti pertama Kroasia dalam Piala Dunia Qatar 2022. Siapa yang bisa mengalahkan Kroasia dalam urusan adu penalti? Kita tunggu saja.(*)

Foto: Foxnews, Marca

Artikel Terkait
Sport
Brasil dan Momok Fase Delapan Besar Piala Dunia

Sport
Kroasia vs Brasil: Kutukan Tim Samba Belum Berakhir di Qatar

Sport
Ada Aura Indonesia Dalam Perayaan Timnas Maroko