Tech

Meta Kena Denda Rp 4,3 Triliun Gara-gara Data 533 Juta Pengguna Facebook Bocor

Sastia Ainun Ningdyah

Posted on December 1st 2022

Kabar buruk datang dari perusahaan ternama milik Mark Zuckerberg. Pada Senin (28/11) Meta dinyatakan wajib membayar denda 266 juta euro atau sekitar Rp 4,3 triliun oleh pengawas privasi Irlandia. Sebab Facebook dinilai telah melanggar aturan privasi pengguna. Kasus ini menjadi sanksi terbesar kedua yang dikenakan di bawah aturan General Data Protection Regulation (GDPR) Uni Eropa.

Meta di Uni Eropa memiliki pengawas privasi utama yaitu Komisi Perlindungan Data Irlandia. Mereka menjatuhkan denda setelah perusahaan itu terbukti gagal mengikuti aturan ketat untuk mengamankan data yang dipayungi GDPR.

Kasus ini bermula ketika Facebook mengalami kebocoran data yang viral 2021 lalu. Seorang hacker di sebuah forum berhasil membocorkan 533 juta data pengguna Facebook pada April 2021. Setelah ditelusuri, ini merupakan kasus kejahatan scrapping. Data itu sudah tersedia oleh sistem (Meta), dan pelaku hanya tinggal mengumpulkannya.

Melihat kasus ini, Facebook akhirnya buka suara. Bahwa data yang dijual tersebut adalah data lama dari tahun 2018, dan sumber masalahnya sudah diperbaiki. Namun sanksi tetap dijatuhkan. Masalahnya, data yang bocor meliputi user name, nama pengguna, hingga data personal seperti nomor HP dan alamat email.

Facebook juga menegaskan bahwa mereka melindungi privasi dan keamanan data para penggunanya. "Kami membuat perubahan pada sistem kami selama waktu yang bersangkutan, termasuk menghilangkan kemampuan untuk scrapping fitur kami dengan cara ini menggunakan nomor telepon," kata Meta.

Scrapping data yang tidak sah tidak dapat diterima dan bertentangan dengan aturan kami dan kami akan terus bekerja sama dengan rekan-rekan kami dalam tantangan industri ini. Kami meninjau keputusan ini dengan hati-hati.”

Kedudukan Pengawas data digital di Eropa ini sangat kuat setelah peraturan GDPR disahkan pada Mei 2018 lalu. Salah satu wewenangnya adalah memberi sanksi hingga 4 persen pendapatan tahunan perusahaan. Selain kasus ini, hukuman terbesar di bawah GDPR adalah rekor denda 746 juta Euro (Rp 12 triliun) untuk Amazon oleh pengawas privasi utamanya di Luxembourg, lalu denda 405 juta Euro (Rp 6,5 triliun) untuk Instagram milik Meta. (*)

Foto: Reuters/Valentin Flauraud
Foto: Reuters/Valentin Flauraud
Foto: Reuters/Valentin Flauraud
Artikel Terkait
Tech
Meta Menunda Rencana Enkripsi Facebook dan Instagram Hingga 2023

Tech
Meta Bakal Izinkan Kreator Horizon Jual Barang Virtual

Tech
Facebook Gratiskan Layanan di Negara Berkembang, tapi Pengguna Tetap Kena Biaya