Sport

Kritik Manga Jepang Terhadap Krisis Penyerang di Timnas Jepang

Louise Dewanggaa

Posted on November 28th 2022

Langkah timnas Jepang pada gelaran Piala Dunia 2022 Qatar begitu mengejutkan. Pada laga perdana Jepang berhasil mengejutkan publik sepak bola dengan mengalahkan pemilik empat gelar Piala Dunia, Jerman.

Kejadian mengejutkan ini bukan untuk pertama kalinya bagi timnas Jepang. Pada Piala Dunia 2018, Jepang yang tergabung dengan Kolombia, Senegal, dan Polandia justru berhasil mentas menuju 16 besar dengan status sebagai peringkat kedua.

Pada babak 16 besar juga begitu. Jepang hampir saja menumbangkan Belgia yang kita kenal dengan status generasi emas mereka. Bahkan Jepang berhasil unggul terlebih dahulu atas Belgia.

Pada edisi Qatar 2022 mereka juga melakukan hal serupa ketika melawan Jerman. Sayang, trend positif yang sudah ditanam tidak bisa mereka lanjutkan ketika berhadapan dengan tim semenjana perwakilan dari Concacaf, Kosta Rika. Mereka harus takluk dengan skor tipis 1-0 berkat gol dari Keysher Fuller.

Sejatinya timnas Jepang bukanlah timnas medioker. Jika ditelisik lebih dalam skuad Samurai Biru juga engga jelek-jelek amat. Beberapa pemain mereka bermain di liga-liga atas Eropa. Program berjangka mereka juga jelas. Lantas apa yang kurang?

Jika kita memperhatikan manga atau komik-komik mengenai sepak bola asal Jepang, hampir selalu lakon utamanya ada pada lini serang. Pada komik Tsubasa misalnya, lakonnya adalah Tsubasa sendiri, lalu ada Misaki dan Hyuga.

Pada komik terbaru Jepang yang berjudul Blue Lock pun sama. Bahkan pada salah satu adegan secara terang-terangan mengungkapkan bahwa timnas Jepang punya krisis yang harus segera dipecahkan pada lini serang.

Benar saja, pada laga antara Belgia melawan Jepang, dua gol Jepang disarangkan oleh pemain yang bukan berposisi sebagai penyerang. Genki Haraguchi adalah seorang gelandang, sedangkan Takashi Inui juga posisi aslinya sebagai gelandang serang. Pada laga Piala Dunia 2022 Qatar saat melawan Jepang. Ritsu Doan yang menjadi pencetak gol ternyata berposisi sebagai sayap kanan. Hanya Takuma Asano yang berstatus sebagai penyerang dan berhasil mencetak gol.

Apa yang diceritakan oleh beberapa komik dengan genre sepak bola di Jepang bukan hanya mengenai cerita fiksi belaka. Seperti yang diketahui, beberapa komika yang diterbitkan adalah sebuah kritik mengenai apa yang terjadi di Jepang. Komik-komik seperti Tsubasa dan Blue Lock adalah bagian dari kritik mereka terkait timnas Jepang yang miskin penyerang dan haus gol.

Beberapa komik Jepang begitu menginspirasi banyak anak bukan hanya di negara Jepang saja. Beberapa komik seperti Haikyuu, Ahiru no Sora, Kuroko no Basuke juga ikut mengangkat minat anak muda Jepang dalam dunia olahraga. Dengan adanya komik-komik seperti Tsubasa dan Blue Lock tentu harapan para pembuat komik tersebut begitu besar untuk timnas Jepang dalam beberapa dekade mendatang.(*)

Foto: Japan Times, These Football Times, Dunia Games

Artikel Terkait
Sport
Tuah Kroasia Dalam Urusan Adu Penalti

Sport
Brasil dan Momok Fase Delapan Besar Piala Dunia

Sport
Lika Liku Enner Valencia Penyerang Ulung Timnas Ekuador