Sport

Alex Marquez Bongkar Aib Honda di MotoGP

Tora Nodisa

Posted on November 28th 2022

Foto: MotoGP.com

Ada apa nih dengan MotoGP? kok tiba-tiba anget, pas lagi off-season. Ternyata itu adalah komentar Alex Marquez, adik pembalap andalan tim Repsol Honda, Marc Marquez tentang tim terdahulu. Alex mengatakan kalau selama bergabung dengan Honda, mereka tidak mendengarkan apa yang dikatakan pembalap. Honda mengembangkan motor sendiri, tanpa memperhatikan saran-saran dari pembalapnya.

Senyum Alex Marquez lebar ketika turun dari Ducati GP22 saat tes di Valencia. Alex sekarang bergabung dengan tim Gresini. Meski berlabel swasta atau bukan pabrikan, tim tersebut berhasil mengamankan empat gelar juara seri MotoGP 2022. Kini Alex diberi tanggung jawab untuk meningkatkan prestasi Gresini di MotoGP 2023. Hal ini bakal jadi beban berat, mengingat pesaingnya bukan hanya dari pabrikan lain, namun dari pembalap-pembalap bermotor Ducati juga. 

Namun bukan malah jadi beban, Alex justru merasa senang. Dia mengatakan bahwa tim Ducati memberinya energi positif. Setiap kali tes ada hal positif yang dirasakan. Alex bahkan membandingkan dengan saat dirinya di Honda. "Tes saya di Valencia terasa aneh. Saya menunggangi motor Honda selama tiga tahun. Tapi saya merasa seperti bukan milik saya. Selalu muncul kekhawatiran ketika menaiki motor RC213V. Tetapi dengan Ducati, hanya dalam enam lap, saya sudah bisa mendekati catatan waktu terbaik bersama Honda. Ini sangat positif," kata Alex Marquez, dikutip dari paddockgp.com.

Bukannya berbicara soal kualitas motor, namun dalam kasus ini Alex membongkar aib Honda soal perlakuan terhadap pembalap. Dia tahu, bahwa kakaknya, Marc Marquez menjadi pembalap nomor satu di Honda, dengan banyak prestasi yang didapatkan. Tapi bukan berarti semua pembalap harus memakai motor dengan setingan yang sama seperti Marc Marquez. Pembalap menginginkan motor yang sesuai dengan karakternya. 

"Ini adalah kesempatan yang tidak saya dapatkan di Honda. Masalahnya bukan pada fokus pengemudi yang sama. Marc telah memenangkan banyak balapan, tapi dia juga tahu kalau Honda RC213V ada batasnya. Sekarang semua tim sudah meningkat, dan mereka tidak melakukan antisipasi," lanjut Alex. 

Menurut Alex, Honda sudah bekerja untuk meningkatkan performa motor. Tetapi setiap kali pengembangan itu diuji, hasilnya sama atau bahkan lebih buruk. Sehingga berpengaruh pada mental para mekanik. Pabrikan pun jadi kehilangan arah. Honda membawa banyak suku cadang, tetapi ketika diuji tidak ada yang memberikan hasil bagus. Sehingga bisa dikatakan bahwa program peningkatan performa motor Honda tidak berhasil. Dan, Alex tak lupa mengatakan kritik pedas terhadap mantan timnya itu. 

"Bukannya Honda tidak melakukan apa-apa. Mereka mencoba, tapi tidak berjalan seperti yang diharapkan. Jadi apa yang kami lakukan selama satu musim sia-sia saja. Semua pembalap di MotoGP sudah tahu bahwa ketika kita menyampaikan satu hal ke tim Honda, maka yang mereka dengar adalah hal yang lain," katanya. 

Sindiran pedar Alex ini memberi gambaran bagaimana tim Honda "pilih kasih" terhadap pembalap kedua seperti dirinya dulu. Karena Alex merasa saran-sarannya tidak didengarkan, dan justru Marc Marquez yang lebih diprioritaskan sebagai pembalap andalan. Namun kini Alex sudah tenang bersama Gresini Ducati, yang memenuhi ekspektasinya. (*)

Artikel Terkait
Sport
Marc Marquez Sebut Honda RC213V Tak Kompetitif Lagi

Sport
Tak Mampu Ikuti Jejak Kakaknya, Alex Marquez Bakal Diganti Alex Rins

Sport
Marc Marquez Dukung Pembalap Ducati Jadi Juara MotoGP 2022