Sport

Breel Embolo, Pemuda Swiss Berdarah Kamerun, Jadi Mimpi Buruk Timnas Kamerun

Louise Dewanggaa

Posted on November 25th 2022

Sepak bola selalu membawa cerita tersendiri pada setiap pertandingannya. Pada gelaran Piala Dunia 2022 Qatar, sejauh ini ada banyak intrik-intrik yang naik ke permukaan pada setiap bola yang bergulir. Tradisi bersih-bersih ruang ganti milik Timnas Jepang, kemenangan mengejutkan milik Arab Saudi dan Jepang, hingga rekor terbaru yang dicatatkan Cristiano Ronaldo.

Selain cerita-cerita yang sudah disebutkan tadi, ada cerita mendalam yang layak untuk mendapat sorotan. Cerita tersebut muncul ketika laga Swiss kontra Kamerun. Salah satu nama yang menarik perhatian adalah striker Swiss asal AS Monaco, Breel Donald Embolo. Memulai karir seniornya di klub asal Swiss, FC Basel. Breel Embolo menjelma menjadi penyerang yang ditakuti.

Pemuda yang lahir di ibu kota Kamerun (Yaounde) 25 tahun silam justru sekarang berseragam timnas Swiss. Kepastian ini didapat ketika Embolo kecil pindah ke Prancis bersama Ibunya, lalu pindah dan menetap di kota Basel, Swiss. Sejak kecil Embolo sudah akrab dengan si kulit bundar.

Namun, Langkahnya dalam memulai menjadi pesepakbola profesional tidak lah mudah dan bahkan bisa dikatakan terlambat. Embolo baru bergabung dengan tim muda profesional pada 2006.

Sejak 2012, Embolo sudah berseragam timnas Swiss pada kelompok umur. Hingga pada 2015 ia secara resmi promosi ke timnas senior Swiss. Kini Embolo sedang melaksanakan tugas negara dalam gelaran Piala Dunia 2022 Qatar. Pada laga perdana Swiss menghadapi Kamerun, Embolo menjadi jawaban dalam kebuntuan serangan Swiss.

Menariknya di sini. Selepas mencetak gol, Embolo menolak merayakan gol yang ia buat. Alih-alih tersenyum dan bersyukur, Embolo justru mengangkat tangan seolah ia baru saja melakukan jegalan keras dan hendak dihadiahi kartu merah dari sang pengadil lapangan.

Mungkin bagi Embolo, mencetak gol ke negara tempat dirinya dilahirkan adalah sebuah kesalahan. Terlebih lagi gol yang ia buat sekaligus membuat Kamerun harus takluk dari Swiss. Siapa sangka pemuda yang lahir di Kamerun 25 tahun lalu, menjadi mimpi buruk bagi masyarakat Kamerun dalam gelaran Piala Dunia 2022. Begitulah sepak bola diselenggarakan, setiap cerita yang hadir tidak ikut selesai ketika wasit meniup pluit tanda berakhirnya laga.(*)

Foto: Marca, citizen

Artikel Terkait
Sport
Kritik Manga Jepang Terhadap Krisis Penyerang di Timnas Jepang

Sport
Tuah Kroasia Dalam Urusan Adu Penalti

Sport
Ada Aura Indonesia Dalam Perayaan Timnas Maroko