Interest

Unik, Tikus-Tikus Ini Dilatih untuk Bantu Selamatkan Korban di Area Bencana

Dwiwa

Posted on November 23rd 2022

Ketika bencana terjadi, tim penyelamat berlomba dengan waktu agar bisa mengevakuasi para korban dalam keadaan hidup. Pencarian pun dilakukan secara manual, menggunakan teknologi, dan bantuan hewan seperti anjing agar para korban bisa segera diselamatkan.

Sayangnya, terkadang semua upaya itu tidak cukup untuk bisa menyelamatkan nyawa para korban. Terutama jika mereka tersembunyi di bawah reruntuhan puing-puing bangunan yang sulit dijangkau. Untuk mengisi celah tersebut, sebuah organisasi nirlaba asal Belgia APOPO mencoba untuk melatih tikus untuk membantu proses evakuasi.

Melansir dari CNN, Donna Kean, pimpinan proyek dan seorang ilmuwan penelitian perilaku mengatakan jika tikus umumnya memiliki rasa penasaran tinggi dan suka menjelajah. Ini merupakan kunci untuk pencarian dan penyelamatan.

Selain itu, dia menambahkan jika ukurannya yang kecil dan indera penciumannya yang sangat baik menjadikan tikus sebagai sosok sempurna untuk menemukan benda-benda di ruang sempit.

Dalam laman apopo.org, dijelaskan jika saat ini tikus-tikus tersebut sedang menjalani pelatihan di zona simulasi yang meniru struktur bangunan runtuh. Mereka pertama-tama harus menemukan "korban yang terjebak" di ruangan kosong, menarik sakelar di rompi mereka yang menyalakan tanda, dan kemudian kembali ke pangkalan, di mana mereka diberi hadiah.

Mirip seperti yang kita lihat di film-film, tikus-tikus ini juga dilengkapi dengan peralatan canggih. Para ilmuwan bekerja sama dengan tim insinyur dari Eindhoven University of Technology (TU/e) untuk menciptakan ransel multifungsi.

APOPO berencana untuk melengkapinya dengan kamera video, mikrofon, speaker untuk komunikasi dua arah, dan alat pelacak untuk mengetahui lokasi tikus.

Ransel itu akan memungkinkan komunikasi secara real time dari dalam lokasi puing-puing, tentu saja itu dengan orang yang selamat. Kombinasi tikus terlatih dan ransel canggih akan melebihi teknologi pencarian yang digunakan saat ini untuk fokus pada upaya penyelamatan yang cepat dan efisien.

Tikus terlatih dengan ransel pintar jua bisa digunakan untuk tugas deteksi lainnya. Misalnya untuk memeriksa kontainer pengiriman yang mencurigakan.

Untuk program ini, mereka menggunakan Tikus Kantung Raksasa Afrika yang memiliki ukuran ukuran lebih besar dan umur lebih panjang. Hewan pengerat ini bisa hidup hingga delapan tahun dibanding dengan tikus coklat biasa yang hanya bisa hidup selama empat tahun.(*)

Foto: https://apopo.org

Artikel Terkait
Interest
BANGAU, Bantal Antibakteri dan Tungau Buatan Mahasiswa UGM

Interest
Ditangan Mahasiswa Fapet UB, Tanaman Sambiloto Bisa Jadi Antibiotik Alternatif

Interest
Berkat Aplikasi Learnesia, Mahasiswa FISIP Sabet Emas di Ajang Internasional