Current Issues

Gejala Covid-19 Berubah, Kondisi Seperti Ini yang Perlu Diwaspadai

Dwiwa

Posted on November 21st 2022

Kasus Covid-19 di Indonesia mengalami kenaikan sejak beberapa minggu terakhir. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin bahkan memprediksi jika puncak kenaikan kasus Covid-19 kali ini akan segera terjadi dalam waktu dekat.

Kemunculan berbagai varian baru seperti XBB dan BQ.1 diduga menjadi penyebab terjadinya lonjakan kasus kali ini. Kehadiran varian-varian virus SARS-Cov-2 baru ini rupanya juga membuat beberapa gejala Covid-19 ikut mengalami perubahan.

Dilansir Eat This, Not That!, ZOE Health Study, sebuah proyek bersama antara perusahaan ilmu kesehatan ZOE dan peneliti dari King College London, Massachusetts General Hospital, Universitas Harvard dan Stanford telah melacak gejala Covid-19 sejak awal pandemi dan melihat adanya perubahan.

Studi itu mengungkapkan bahwa ada beberapa alasan mengapa gejala berubah, termasuk fakta bahwa mereka yang sudah divaksin memiliki gejala yang tidak terlalu parah. Selain itu, lebih banyak kasus yang dilaporkan pada orang yang lebih muda, di mana gejalanya berbeda tetapi juga tidak terlalu parah.

 

Apa yang berbeda pada Covid saat ini dibanding awal pandemi?

Menurut Dr Ilan Shapiro, kepala koresponden  kesehatan dan petugas urusan medis, Layanan Kesehatan AltaMed di Los Angeles, strain aslinya memiliki tingkat kematian dan komplikasi yang lebih tinggi daripada varian Omicron yang saat ini sedang kita lawan.

“Penting untuk diingat bahwa masker, vaksin Covid-19, booster telah membantu kita melawan virus ini dan membantu banyak orang melewati virus tanpa komplikasi,” ujarnya.

Dia menambahkan, seseorang yang tidak divaksinasi lima kali lebih mungkin dirawat di rumah sakit karena Covid-19 dibanding yang sudah divaksin. Saat ini tidak lagi banyak kasus kematian, tetapi Covid masih menyebabkan masalah di masyarakat.

“SARS-Cov-2, virus penyebab Covid, telah berubah berkali-kali sejak pertama kali kita memahami bagaimana ini menginfeksi dan menyebar,” ujar Sean Marchese, MS, RN, perawat di The Mesothelioma Center.

“Satu perbedaan yang signifikan dari awal pandemi adalah bahwa antara 4 sampai 36 persen orang yang terinfeksi Covid-19 akan mengembangkan long Covid atau gejala yang berlangsung setidaknya enam bulan. Pusat Pengendalian dan pencegahan Penyakit AS memperkirakan bahwa ini akan menyebabkan antara 5 dan 25 juta orang Amerika Serikat dan 200 juta orang dunia mengembangkan kecacatan jangka panjang,” lanjutnya.

 

Bagaimana dan mengapa gejala berubah?

Dr Shapiro mengatakan bahwa pada awalnya, orang mengalami demam, masalah pernapasan, kehilangan indera perasa dan penciuman. Ini kemudian berkembang menjadi masalah saluran pencernaan, mual, diare, dan kurang energi. Menurutnya, perubahan iini berkaitan dengan varian.  

Sementara itu Marchese mengatakan jika gejala awal Covid-19 mirip seperti pneumonia dan termasuk sesak napas dan demam. Gejala pasca Covid-19 berupa kelelahan, sesak napas, dan disfungsi kognitif (atau kabut otak) yang dapat bertahan beberapa bulan. Gejala umum lain termasuk pilek, batuk, sakit tenggorokan, sakit kepala, dan nyeri otot.

“Gejalanya tetap sama sejak awal pandemi, tetapi lebih banyak kasus cenderung ringan pada orang yang divaksinasi. Beberapa orang mungkin juga bergejala. Namun, komplikasi masih bisa muncul bahkan pada pasien tidak bergejala,” ujarnya.

 

Status Vaksinasi Pengaruhi Gejala COVID

Menurut Studi Kesehatan ZOE, gejala dapat bervariasi berdasarkan status vaksinasi. Studi tersebut menemukan orang yang mendapatkan semua dosis vaksin atau mendapat satu dosis vaksin melaporkan lebih sedikit gejala dalam waktu lebih singkat dibandingkan dengan orang yang tidak divaksinasi.

Berikut gejala yang dialami berdasar status vaksinasi yang dilaporkan oleh ZOE Heath Study.

Sudah mendapatkan vaksin primer lengkap

 

Mendapatkan satu dosis vaksin

 

Tidak divaksinasi

 

Foto: Pixabay

Artikel Terkait
Current Issues
Studi: Kasus Long Covid-19 dengan Gejala Sesak Napas dan Depresi Meningkat

Current Issues
Israel Temukan Sekitar 1 dari 10 Anak Miliki Gejala Covid Berkepanjangan

Current Issues
Studi: Vaksin Covid-19 Dapat Turunkan Risiko Long Covid