Sport

Prancis dan Hukum Alam Piala Dunia

Louise Dewangga

Posted on November 20th 2022

Piala Dunia Qatar sudah digelar. Prediksi-prediksi mulai bermunculan. Ada yang mengamini hal-hal tersebut ada juga yang menganggap itu hanyalah perhitungan belaka. Prancis yang menjadi jawara bertahan edisi sebelumnya, tampak mendapat banyak sekali cobaan pada edisi Piala Dunia 2022.

Bagaimana tidak, beberapa pilar inti mereka harus absen dalam ajang bergengsi empat tahunan ini. Kabar tidak mengenakan pertama datang dari maestro lini tengah mereka Paul Pogba yang harus menepi karena cedera.

Selanjutnya ada gelandang pengangkut segalanya, Ngolo Kante yang menyusul masuk ke ruang perawatan. Terakhir, ada nama pemilik gelar Ballon D’Or Karim Benzema. Yap, cederanya Benzema adalah sebuah tamparan para penggemar yang menjagokan Prancis pada edisi kali ini.

Bentar, jika menilik dari prediksi-prediksi yang bertebaran sebelum gelaran Piala Dunia dimulai peluang Prancis untuk menjadi kampiun pada edisi kali ini begitu kecil. Apalagi salah satu pembuat gim sepak bola terkenal, EA Sports yang memprediksi Argentina bakal menjadi pemegang tahta Piala Dunia Qatar 2022.

Prediksi EA Sports tidak serta merta hal biasa saja. Fakta bahwa EA Sports sudah melakukannya sejak edisi 2010. Terpantau dari 2010 hingga 2018 prediksi mereka tidak meleset satu pun.

Fakta lainnya adalah Prancis yang menjadi juara bertahan tentunya akan menghadapi kutukan juara bertahan yang mereka buat sendiri pada edisi 2002. Gelaran besar Piala Dunia kali ini tak dihiasi oleh jawara dan runner up Ballon d’Or yang menjadikan ini adalah sebuah peristiwa langka.

Karim Benzema (Prancis) dan Sadio Mane (Senegal) yang absen pada hajat Piala Dunia 2022 adalah sebuah gambaran yang sama persis pada Piala Dunia 1978. Pada tahun itu Piala Dunia yang digelar di Argentina berhasil dijuarai oleh sang tuan rumah, Argentina.

Ketika itu Allan Simonsen dan Kevin Keegan absen dalam Piala Dunia 1978. Allan Simonsen dan Kevin Keegan gagal membawa timnas mereka (Denmark dan Inggris) untuk melaju ke Piala Dunia Argentina 1978. Yap, menyandang status jawara dan runner up Ballon d’Or tidak bisa dijadikan jaminan untuk bertanding di Piala Dunia 1978.

Lantas apa hubungannya dengan semua ini? Bagi sebagian orang yang mengimani hal-hal di luar kemampuan sepak bola, cocokologi seperti ini patut untuk dipertimbangkan. EA Sports yang tak pernah meleset, kutukan juara bertahan piala dunia, badai cedera pada timnas Prancis, dan yang terakhir jawara dan runner up Ballon d’Or yang absen.

Masih ada beberapa hari lagi untuk mengganti jersei Prancis dengan jersei timnas lain. Tapi itu semua hanyalah intrik dan akal-akalan sepak bola yang menjadikan olahraga ini semakin digandrungi. Selamat menikmati hajat besar sepak bola, Piala Dunia 2022!(*)

Foto: Thestar.com

Artikel Terkait
Sport
Jack Grealish Tepati Janji Fans Cilik Manchester City

Sport
Pemain Arab Saudi Bantah Dapat Hadiah Mobil Rolls Royce dari Raja Salman

Sport
Senegal Dua Kali Lolos Babak Grup Piala Dunia Berkat Aliou Cisse