Sport

Bola “Tangan Tuhan” Diego Maradona Terjual dalam Lelang Seharga USD 2,4 juta

Dwiwa

Posted on November 17th 2022

Para penggemar sepak bola tentu sudah tidak asing dengan kisah gol “Tangan Tuhan“ pemain Argentina Diego Maradona. Kisah terkenal itu terjadi dalam pertandingan antara Argentina kontra Inggris dalam piala Dunia 1986.

Bola yang disentuh Maradona untuk mencetak gol dalam laga terbesar sepak bola itu baru saja dilelang dengan harga USD 2,4 juta atau setara dengan  Rp 36,9 miliar.

Dilansir dari DW, bola Adidas berusia 36 tahun itu dimiliki oleh wasit pertandingan asal Tunisia Ali Bin Nasser. Jelang pelelangan dia mengatakan bahwa rasanya ini adalah waktu yang tepat untuk membagikannya kepada publik.

Bin Nasser bahkan mengungkapkan harapan agar pembeli memajangnya di depan umum. Tetapi hingga saat ini, identitas pemilik bola yang baru belum terungkap.

Gol kontroversial Argentina, yang disahkan Bin Nasser sebagai wasit, adalah salah satu dari dua gol Maradona dalam kemenangan 2-1 melawan Inggris. Kemenangan itu membuka jalan bagi Argentina untuk memenangkan Piala Dunia tahun itu.

Insiden itu terjadi pada masa-masa sulit bagi hubungan diplomatik kedua negara, terjadi hanya beberapa tahun setelah perang Kepulauan Falkland 1982. Saat itu, Inggris berjuang untuk mengusir invasi Argentina ke pulau-pulau yang disebut Buenos Aires sebagai Malvinas dan masih diklaim.

Maradona sendiri telah meninggal dalam usia 60 tahun pada November 2020. Piala Dunia Qatar 2022 mendatang, yang akan dimulai Minggu depan, akan menjadi yang pertama sejak kepergiannya.

Gol "Tangan Tuhan"

Kemenangan Argentina 2-1 melawan Inggris pada Piala Dunia 1986 berkat dua gol yang diciptakan oleh Maradona. Dari kedua gol itu, gol pertama adalah yang kontroversial. Maradona melompat seolah menyundul bola tapi malah meninjunya melewati kiper Peter Shilton. Para pemain Inggris memprotes Bin Nasser, tapi gol tetap disahkan.

Maradona bercanda sesudahnya bahwa itu dicetak "sedikit dengan kepala Maradona dan sedikit dengan tangan Tuhan". Nama dari insiden itu pun melekat hingga sekarang. Jelang pelelangan pada hari Rabu, wasit meninjau kembali pertandingan bersejarah tersebut. Dia berusaha mempertahankan keputusannya, yang kemudian dinyatakan tidak adil.

"Saya tidak bisa melihat kejadian itu dengan jelas. Dua pemain, Shilton dan Maradona, menghadap saya dari belakang," kata Bin Nasser. Dia menjelaskan instruksi FIFA untuk turnamen itu menetapkan bahwa jika ragu, wasit harus mengandalkan hakim garis mereka untuk konfirmasi validitas gol.

"[Penjaga garis] berjalan kembali ke garis tengah yang menunjukkan bahwa dia puas dan gol harus disahkan. Di akhir pertandingan, pelatih kepala Inggris Bobby Robson berkata kepada saya, 'Anda melakukan pekerjaan dengan baik, tetapi hakim garis tidak bertanggung jawab.'"

Bola bukan satu-satunya barang yang dijual dari pertandingan terkenal itu. Seragam yang dikenakan Maradona dalam pertandingan yang sama dijual pada bulan Mei seharga USD 9,3 juta atau setara Rp143 miliar. Pada saat itu ini merupakan harga tertinggi yang dibayarkan dalam lelang untuk sebuah memorabilia olahraga.(*)

Foto: grahambuddauctions.co.uk via Antara

Artikel Terkait
Sport
Jago Banget Main Bola, Ternyata Begini Latihan Maradona Saat Kecil

Sport
Diego Maradona si "Tangan Tuhan" Meninggal Dunia di Usia 60 Tahun

Hobi
Mengintip Salah Satu Warisan Diego Maradona, Harley-Davidson Custom