Sport

Kisah Heroik Francesco Bagnaia yang Dianggap Sebagai Pahlawan Ducati

Tora Nodisa

Posted on November 7th 2022

Foto: MotoGP.com

Francesco Bagnaia secara resmi dimahkotai sebagai juara MotoGP 2022, setelah balapan musim ini berakhir di Valencia, Minggu, 6 November 2022. Di balik cerita kesuksesan tersebut, ternyata menyimpan banyak kenangan yang luar biasa. Baik bagi Bagnaia sendiri, hingga Ducati sebagai pabrikan motor. Ducati menjadi juara setelah 15 tahun. Dan, Pecco (sapaan akrab Bagnaia) dianggap sebagai pahlawan mereka. 

KEMBALI EPIK

Berbicara soal peluang juara, Pecco sama sekali tidak memilikinya musim ini. Pada GP Jerman di bulan Juni 2022, dia mengalami kecelakaan. Setelah balapan tersebut Pecco ada di belakang Fabio Quartararo pada klasemen pembalap dengan terpaut 91 poin. Sebuah keunggulan poin, yang dalam catatan sejarah MotoGP sudah tidak terkejar oleh pembalap lain. 

Sejarah boleh jadi mengatakan demikian, tapi kenyataan musim ini berbeda. Setelah jatuh, Pecco malah semakin memahami mesin Ducati. Dia sudah bekerja keras sejak tahun 2021 untuk bisa mengendalikan motornya sendiri. Ketika performanya sudah membaik, malah Quartararo yang mengalami inkonsistensi dalam balapan. 

Kembalinya Pecco dalam balapan membuat Ducati mendominasi di musim ini. Mereka berkuasa dengan menempatkan delapan motor dalam starting grid. Jumlah yang lebih banyak dari Honda, Yamaha, Suzuki, dan Aprilia. Akhir penantian selama 15 tahun terjawab sudah ketika Bagnaia memasuki garis finis, dan dinobatkan sebagai juara. 

"Itu adalah kemenangan luar biasa. Saya merasa beban ada di pundak saya. Tujuan saya hanya satu, mengembalikan gelar ini ke tim saya, Ducati. Mengembalikan gelar MotoGP ke Italia," kata Pecco Bagnaia, setelah menjadi juara dunia. 

DUCATI MOTOR TERCEPAT

Meski tertinggal 91 poin, namun Bagnaia tidak menyerah. Begitu juga dengan Ducati. Mereka berusaha mencari cara agar motornya semakin cepat, dan tak tertandingi. Masalah motor ini sudah jadi pembahasan sebelumnya, bahwa tahun ini Yamaha dan Honda tidak mampu menandingi Ducati dalam hal kecepatan. 

Setelah Pecco naik podium empat kali beruntun, Quartararo mulai panik. Ditambah lagi ketika pembalap Prancis tersebut terlibat kecelakaan dengan Marc Marquez di GP Aragon. Seperti kartu yang dibalik, nasib Yamaha dan Honda benar-benar ada di bawah. Kecepatan motor mereka tidak bisa menandingi Ducati, apalagi di trek lurus. 

Pecco tidak perlu ngotot di GP Valencia. Sebab, dia hanya butuh finis di urutan ke-14 untuk menjadi juara dunia. Sambil terus menjaga motor tetap stabil, Pecco akhirnya finis di urutan kesembilan. Pecco menjadi juara dunia MotoGP pertama dari Italia sejak Valentino Rossi di tahun 2009. Ducati juga menjadi juara lagi setelah 15 tahun. 

Penantian yang panjang. Selamat Pecco dan Ducati. (*)

Artikel Terkait
Sport
Francesco Bagnaia Tercepat di GP Italia

Sport
Marc Marquez Dukung Pembalap Ducati Jadi Juara MotoGP 2022

Sport
Francesco Bagnaia Di Ambang Gelar Pertamanya setelah Menang di Malaysia