Entertainment

Festival Musik Indonesia Terancam Batal setelah Kejadian Berdendang Bergoyang

Kezia Kevina Harmoko

Posted on November 4th 2022

Tragedi overkapasitas festival musik Berdendang Bergoyang punya imbas panjang. Festival yang diadakan pada akhir Oktober lalu itu berlangsung ricuh karena overkapasitas dan menelan korban. Gara-gara kejadian tersebut, festival-festival musik lainnya terancam batal karena dikhawatirkan berakhir serupa.

Berdendang Bergoyang dilaksanakan pada 28-30 Oktober lalu. Festival hari ketiga dibatalkan karena di hari kedua sudah terjadi overkapasitas hingga penonton ricuh berdesakan. Beberapa korban jatuh pingsan karena padatnya venue. Festival tersebut dikabarkan dihadiri sekitar 20.000 orang sedangkan kapasitas Istora Senayan hanya 10.000 orang. Baru-baru ini beredar kabar bahwa promotor festival hanya mengajukan izin penjualan tiket sebanyak 3.000 orang, tetapi justru menjual 27.000 tiket.

Baca juga: Djakarta Warehouse Project Umumkan Line Up Pertama, Ada Martin Garrix dan Zedd

Seperti yang dilansir Detik, Asosiasi Promotor Musik Indonesia (APMI) menyebut bahwa saat ini para promotor sedang mengalami ketidakpastian mengenai acara mereka. Promotor harus kembali mengurus perizinan pada kepolisian karena ada penyesuaian regulasi akibat kejadian Berdendang Bergoyang. Jadi meski sebelumnya sudah mendapatkan izin, promotor harus kembali mengurusnya karena kejadian overkapasitas tersebut.

Mengingat bulan November hingga Desember banyak banget festival musik yang akan berjalan, festival-festival tersebut terancam batal karena proses perizinan tersebut tentu tidak mudah dan memakan waktu. Festival seperti Head In The Clouds (HITC), Djakarta Warehouse Project (DWP), Soundrenaline, hingga Joyland Festival, semuanya kena imbas.

Baca juga: Head In The Clouds Jakarta Umumkan Line Up, Ada Rich Brian, NIKI, Warren Hue

“Masalah besarnya adalah semua acara ini mungkin tidak bisa diadakan pada Desember 2022 dan mungkin baru bisa berjalan pada 2023,” ujar Emil Wahyudin, sekjen APMI. “Tanpa merendahkan acara lain, jika semua acara pada 2022 tidak diperbolehkan, kita akan kehilangan tiga acara besar yaitu Soundrenaline, HITC, dan DWP, itu bukan hal yang baik,” lanjutnya. APMI sedang dalam diskusi agar tiga acara tersebut tetap berjalan karena acara tersebut mempromosikan nama Indonesia.

APMI menyebut bahwa mereka telah menyusun protokol standar untuk pengadaan festival dan konser yang ke depannya harus dipatuhi oleh semua promotor acara. Nah, mari kita nantikan update-update lain soal regulasi festival musik ini. (*)

 

Gambar: Pixabay

Artikel Terkait
Entertainment
Head In The Clouds Diadakan di Jakarta Desember Mendatang, Siap-Siap War Tiket

Entertainment
Head In The Clouds Jakarta Bisa Ditonton Online Gratis, Siap-Siap Streaming

Entertainment
Head In The Clouds Jakarta Umumkan Line Up, Ada Rich Brian, NIKI, Warren Hue