Sport

Kalau Ducati Bikin Skenario Menangkan Bagnaia, Habislah Quartararo

Tora Nodisa

Posted on October 24th 2022

Foto: MotoGP.com

Saat ini, Francesco Bagnaia kemungkinan besar akan menjadi juara dunia MotoGP 2022. Dia hanya butuh dua poin saja di balapan terakhir, atau GP Valencia, 6 Novemer 2022. Namun Fabio Quartararo masih menjadi pesaing terberatnya. Dia percaya bahwa masih ada peluang untuk menjadi juara. Sekarang masalahnya, Quartararo tidak punya skema untuk memenangkan pertandingan. Sementara Ducati adalah tim dengan "team order" terbaik selama ini. 

"Team order" saat ini memang sudah jarang digunakan di balapan motor. Karena tidak ada lagi pembalap pertama dan kedua. Mereka juga bersaing untuk mendapatkan gelar seperti halnya persaingan dengan tim lain. Hebatnya, sampai sekarang Honda dan Yamaha, dengan tidak adanya tim order langsung berjaya. Mereka lebih mementingkan individu masing-masing. 

Berbeda dengan cerita Ducati. Seperti yang diberitakan Javier Sanchez dari Elmundo, sepertinya Ducati sudah memberlakukan "team order". Bahkan tidak hanya satu tim, melainkan semua tim yang memakai motor Ducati, sekarang mematuhi strategi tersebut. Tujuannya adalah memenangkan Francesco Bagnaia menjadi juara MotoGP tahun ini. 

Bukti-bukti sudah menguatkan dugaan ini. Di GP Thailand, Johann Zarco lebih cepat dari Bagnaia, namun dia tidak menyalipnya. Kejadian serupa terjadi di GP Australia, di mana Marco Bezzecchi menolak untuk menyalip Bagnaia meski lebih cepat. Terakhir di GP Malaysia, Enea Bastianini ketika ada di posisi kedua, maka dia mengamankan laju Bagnaia. Dia tidak berusaha menyalip, justru malah jadi tameng agar posisi Bagnaia aman dari Fabio Quartararo yang berada di belakangnya. Akhirnya komposisi podium menjadi Bagnaia, Bastianini, dan Quartararo atau kalau dilihat dari sisi motor menjadi Ducati, Ducati, Yamaha. 

Skenario "team order" yang dijalankan Ducati bisa berjalan mulus. Sebab, bayangkan saja di MotoGP sekarang ada delapan pembalap yang memakai motor Ducati. Kalau mereka bekerja sama, untuk memenangkan salah satu pembalapnya, tentu akan mudah dilakukan. Direkur Olahraga Ducati Pablo Ciabatti menepis pertanyaan soal skenario "team order" untuk Bagnaia. Namun yang terjadi tidak demikian. Bastianini yang berbeda tim, justru membantu Bagnaia menang di GP Malaysia. 

Kalau Ducati menggunakan "team order" di Valencia untuk menyelamatkan Bagnaia, maka habislah Fabio Quartararo. Bagnaia hanya butuh dua poin untuk menjadi juara MotoGP 2022. Dengan kata lain, dia hanya harus finis di urutan ke-14. Kalau bisa finis di peringkat lebih kecil dari itu, maka peluang menjadi juara semakin besar. (*)

Artikel Terkait
Sport
Francesco Bagnaia Di Ambang Gelar Pertamanya setelah Menang di Malaysia

Sport
Marc Marquez Dukung Pembalap Ducati Jadi Juara MotoGP 2022

Sport
Kisah Heroik Francesco Bagnaia yang Dianggap Sebagai Pahlawan Ducati