Current Issues

WHO: Pandemi Masih Menjadi Darurat Kesehatan Global

Dwiwa

Posted on October 21st 2022

Kasus aktif Covid-19 di berbagai belahan dunia mulai mengalami penurunan dalam beberapa minggu terakhir. Protokol kesehatan untuk mencegah Covid-19 mulai dilonggarkan dan perbatasan negara juga sudah dibuka.

Meski begitu, tampaknya pandemi Covid-19 masih belum akan dinyatakan berakhir. Bahkan, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan pada Rabu bahwa Covid-19 masih menjadi darurat kesehatan global, hampir tiga tahun sejak pertama kali ditetapkan.

Dilansir dari Reuters, Komite darurat WHO pertama kali membuat deklarasi untuk Covid-19 pada 30 Januari 2020. Penetapan tersebut dimaksudkan agar membantu mempercepat penelitian, pendanaan, dan tindakan kesehatan masyarakat internasional untuk mengatasi suatu penyakit.

Menurut Badan PBB itu dalam beberapa bulan terakhir kasus Covid-19 memang mengalami penurunan di beberapa bagian dunia. Meski begitu negara-negara masih perlu menjaga kewaspadaan mereka dan mendorong agar populasi yang paling rentan divaksinasi.

"Meskipun persepsi publik adalah bahwa pandemi telah berakhir di beberapa bagian dunia, itu tetap menjadi peristiwa kesehatan masyarakat yang terus berdampak buruk dan sangat mempengaruhi kesehatan populasi dunia," kata komite WHO.

Disebutkan bahwa meskipun jumlah kematian mingguan adalah yang terendah sejak pandemi dimulai, mereka masih tetap tinggi dibandingkan dengan virus lain.

"Pandemi ini sebelumnya telah mengejutkan kita dan mungkin bisa terjadi lagi," kata Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus kepada wartawan.

Di Indonesia sendiri, Presiden Joko Widodo pada awal Oktober lalu mengatakan jika pemerintah kemungkinan akan menyatakan pandemi berakhir dalam waktu dekat. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin pun sudah diminta untuk berkonsultasi dengan Direktur Jenderal WHO terkait status pandemi.(*)

Ilustrasi: Pixabay

Artikel Terkait
Current Issues
WHO: Vaksinasi Anak-anak "Bukan Prioritas Tinggi" Saat Pasokan Global Terbatas

Current Issues
Jangan cuma Rebahan, Gerak Yuk. Kata WHO, Segini Minimal Waktu Aktivitas Fisik

Current Issues
WHO Sedang Menganalisis Dua Sub-varian Baru Omicron