Current Issues

Mengenal Subvarian XBB yang Picu Kenaikan Kasus Covid-19 di Singapura

Dwiwa

Posted on October 17th 2022

Di tengah melandainya kasus Covid-19 di berbagai belahan dunia, muncul subvarian Omicron baru yang mencuri perhatian, XBB. Subvarian ini disebut lebih mudah menular dan memicu kenaikan kasus di sejumlah negara.

Di Singapura, subvarian Omicron ini telah memicu kenaikan kasus yang cukup signifikan. Dilansir Channel News Asia, Menteri Kesehatan Singapura Ong Ye Kung menyebut puncak kasus akan terjadi sekitar pertengahan November.

“Sepertinya ini akan menjadi gelombang yang pendek dan tajam,” ujar Ong pada Sabtu, 15 Oktober 2022. “Sekitar pertengahan November, kita akan melihat gelombang menurun.”

Proporsi kasus dengan jenis XBB telah meningkat di Singapura selama sebulan terakhir. Meskipun sangat menular, sejauh ini tidak menyebabkan penyakit yang lebih parah dibanding varian sebelumnya. XBB pun telah menjadi subvarian utama dengan jumlah 54 persen dari kasus lokal dari 3 hingga 9 Oktober di Singapura.

Channel News Asia melaporkan bahwa subvarian XBB pertama kali terdeteksi di India pada Agustus. Sejak saat itu, subvarian Omicron ini pun ditemukan di  lebih dari 17 negara termasuk Jepang, Amerika Serikat, Denmark, Bangladesh, dan Australia.

Subvarian XBB atau BA.2.10, berevolusi dari strain subvarian Omicron BA.2 . Dilansir dari Today Online, Dr Paul Tambyah, presiden Asia Pasific Society of Clinical Microbiology and Infection mengatakan varian XBB merupakan varian terbaru yang muncul di negara-negara dengan tingkat vaksinasi tinggi.

Menurutnya, itu adalah hasil alami dari evolusi virus untuk menghindari perlindungan yang diberikan oleh imunisasi. Sementara itu, Dr Sebastian Maurer-Stroh, direktur A*Star Bioinformatics Institute mengatakan varian baru ini merupakan hasil dari akumulasi perubahan virus di permukaan spike protein.

“Sepertinya virus memiliki pelindung baru, dan sistem imun kita perlu mempelajari lagi bagaimana untuk mengenalinya. Meskipun ini membuat virus bisa lebih tersembunyi, biasanya tidak lebih mematikan,” ujarnya.

 

Seberapa berbahaya subvarian ini?

Menurut Today Online, para ahli sepakat bahwa varian XBB lebih menular daripada strain Covid-19 sebelumnya. Dr Leong Hoe Nam, pakar penyakit menular di Klinik Rophi, mengatakan fakta bahwa virus ini telah menjadi yang paling banyak di Singapura menunjukkan bahwa virus bisa bergerak lebih cepat dan mengalahkan jenis lainnya.

Tetapi soal apakah ini akan memicu penyakit lebih parah, para ahli meyakini itu tidak akan terjadi. Wakil Dekan Penelitian di Saw Swee Alex Cook mengatakan jika sejauh ini, tampaknya tidak mengarah pada infeksi yang lebih buruk. Jumlah kasus infeksi memang bertambah, tetapi jumlah dalam perawatan intensif tidak meningkat secara signifikan.

“Secara anekdot, sebagian besar pasien yang saya lihat terinfeksi dalam beberapa hari terakhir memiliki (gejala) yang sangat ringan,” ujar Dr Tambyah menambahkan. (*)

 

Foto: Pixabay

Artikel Terkait
Current Issues
Covid-19 Varian XBB Sudah Masuk Indonesia, Begini Gejala yang Dirasakan

Current Issues
Ada Varian Baru Omicron BA.2.75 Muncul, Jauh Lebih Menular?

Current Issues
Covid-19 Varian Kraken Sudah Masuk Indonesia, Ini Gejala yang Sering Dikeluhkan