Interest

Tips Atasi Trauma Usai Diselingkuhin Biar Cepet Move On

Dwiwa

Posted on October 15th 2022

Tidak ada hal baik yang dibawa oleh perselingkuhan. Bahkan menurut Guru Besar Fakultas Psikologi Universitas Airlangga (Unair) Prof Dr Nurul Hartini MKes, tindakan ketidaksetiaan sekecil apa pun yang dilakukan, dapat menyebabkan dampak psikologis kepada pasangan yang diselingkuhi.

“Setiap kejadian yang tidak diinginkan dapat menimbulkan situasi stres yang secara psikologis tidak sehat. Namun sekali lagi bila dikatakan traumatis, maka kita harus mengaitkannya terhadap kualitas dan kuantitas kejadian,” ujarnya seperti dilansir dari Unair News.

Perselingkuhan sendiri merupakan sebuah perilaku pelanggaran komitmen terhadap pasangan, baik itu pacar maupun suami/istri. Dalam pemaknaannya, perselingkuhan bukan hanya aktivitas seksual, tetapi mencakup aktivitas ketidakjujuran maupun penyelewengan terhadap pasangan.

Penyebab Perselingkuhan

Banyak alasan mengapa seseorang berselingkuh, mulai dari fisik, finansial, psikologis bahkan budaya.

“Ada beberapa kelompok yang justru menganggap perselingkuhan merupakan sebuah peningkatan harga diri, sehingga perselingkuhan menjadi hal-hal yang ditoleransi meski melanggar nilai dan norma,” jelasnya.

Meskipun ada banyak penyebab perselingkuhan, tidak berarti jika semua hubungan romantis pasti berujung pada ketidaksetiaan tersebut. Perselingkuhan tidak akan terjadi bila kedua pihak dapat saling menjaga komitmen.

“Definisi selingkuh sendiri merupakan pelanggaran komitmen. Sehingga dibutuhkan komitmen antara keduanya. Jangan melakukan perilaku-perilaku berisiko melanggar komitmen. Salah satunya adalah dengan menjalin relasi yang tidak wajar, yang mengarah pada kedekatan-kedekatan tertentu dengan lawan jenis,” sebut guru besar bidang psikologi klinis dan kesehatan mental tersebut.

Strategi coping atasi trauma

Menurut dosen dengan kepakaran di bidang konseling dan psikologi keluarga itu, ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengatasi kondisi yang tidak diharapkan. Dia menyarankan agar individu melakukan evaluasi diri sendiri.

Setelah itu, strategi coping bisa dilakukan secara efektif. Coping merupakan respon pikiran dan perilaku yang bertujuan untuk mengatasi konflik yang muncul akibat kejadian tersebut. Caranya bisa dengan mencari penyebab masalah, meditasi, berdoa, self-care, hingga menuliskan tentang masalah yang dihadapi.

Selain itu, dukungan sosial dari orang-orang terdekat juga sangat dibutuhkan dalam memberikan support emosional.

“Jika merasa belum membaik, maka dibutuhkan penanganan yang lebih profesional, jadi disarankan untuk melakukan konsultasi ke psikolog,” paparnya.(*)

Foto: Pixabay

Artikel Terkait
Lifestyle
4 Tips Simpel buat Mencegah Perselingkuhan di Pacaran, Bukan Hanya Perlu Percaya

Interest
Benarkah Sekali Selingkuh Akan Selamanya Selingkuh? Begini Kata Pakar

Lifestyle
Kenapa sih Banyak Figur Publik yang Selingkuh dari Pasangan Mereka?