Interest

Selama Pandemi, Masalah Kesehatan Mental Remaja Naik Dua Kali Lipat

Dwiwa

Posted on October 14th 2022

Pandemi Covid-19 tidak hanya berpengaruh pada kesehatan mental orang dewasa, tetapi juga para remaja. Sekretaris Satuan Tugas Remaja Ikatan Dokter Anak Indonesia Angga Wirahmadi mengungkap bahwa berdasarkan hasil penelitian, ditemukan bahwa masalah mental dan perilaku meningkat dua kali lipat saat pandemi.

“Ternyata dari 40 ribu anak tersebut masalah mental dan perilakunya meningkat 2 kali lipat saat pandemi. Masalah mental yang sering terjadi adalah depresi dan kecemasan,” ujarnya dalam bincang daring Tanyai IDAI di Instagram Live IDAI_IG, Jumat seperti dilansir dari Antara.

Angga menyampaikan penelitian tersebut berupa sistematik review yang merupakan kumpulan dari berbagai penelitian yang mencakup 40 ribu remaja usia 13-17 tahun di Tiongkok, Amerika Serikat, Kanada, Jepang dan Filipina. Kecemasan yang dirasakan para remaja terkait dengan akhir dari masa pandemi, kekhawatiran anggota keluarga tertular Covid-19, hingga kecemasan terhadap kondisi ekonomi selama masa pandemi.

Agar kesehatan mental remaja terjaga selama pandemi Covid-19, Angga menyebut bahwa orang tua memiliki peran yang besar. Orang tua perlu menjaga kesehatan fisik remaja dengan makanan sehat dan bergizi serta tidur yang teratur. Selain itu, orang tua harus memaksimalkan fungsi keluarga agar kehadiran para remaja merasa dihargai di dalam keluarga.

“Libatkan dalam kegiatan, ketika remaja membersihkan kamarnya sendiri ya kita puji biar dia merasa berharga. Kalau si anak merasa berharga, maka dia akan terjauh dari masalah mental,” ujarnya.

Cara berikutnya adalah meningkatkan keterampilan remaja, baik akademik dan non-akademik. Dengan begitu, remaja merasa memiliki keunggulan, mempunyai citra yang baik, mempunyai peran terhadap lingkungan dan merasa dirinya berharga untuk hidup. Sedangkan cara terakhir adalah mengajak remaja lebih mendekatkan diri kepada Tuhan dan beribadah.

“Diharapkan dengan melakukan demikian, dijauhkan kita dari masalah mental dan berperilaku,” tuturnya.

Lebih lanjut Angga menyampaikan bahwa orang tua harus memperhatikan tiga aspek untuk mengetahui masalah mental dan perilaku remaja. Pertama, aspek biologis berupa bawaan diri dari remaja seperti kesehatan fisik. Kemudian aspek psikologis serta aspek lingkungan seperti lingkungan rumah, pertemanan dan tempat remaja melakukan aktivitas.

Sejauh ini, tidak ada penelitian yang berhasil menemukan aspek yang paling berperan dalam memicu masalah mental dan perilaku remaja. Oleh karena itu, para orang tua diharapkan untuk mengevaluasi ketiga aspek tersebut agar remaja terhindar dari masalah mental dan perilaku.(*)

Foto: Pexels/Juan Pablo Serrano Arenas

Artikel Terkait
Interest
Studi: Kian Banyak Anak Usia 3-17 Tahun yang Kesehatan Mentalnya Terganggu

Current Issues
Remaja Banyak Rasakan Kecemasan Saat Memulai Sekolah Tatap Muka

Current Issues
Studi: Gadis Remaja Lebih Berisiko Alami Gangguan Makan Selama Pandemi