Interest

Keren, Tempat Ini Manfaatkan Lantai Dansa untuk Kurangi Emisi Karbon

Dwiwa

Posted on October 13th 2022

Ada banyak inovasi yang dilakukan untuk mengatasi krisis iklim yang terus memburuk. Seperti yang dilakukan di Studio SWG3 di Glasgow. Mereka mengaktifkan sistem yang menciptakan energi terbarukan dari panas tubuh di lantai dansanya.

Dilansir BBC, panas tubuh penari disalurkan melalui cairan pembawa ke pipa 200 meter yang dapat diisi seperti baterai termal. Energi kemudian bergerak kembali ke pompa panas, ditingkatkan ke suhu yang sesuai dan dipancarkan kembali ke SWG3.

Menurut pemilik tempat tersebut, inovasi ini bisa mengurangi emisi karbon hingga sekitar 70 ton CO2 per tahun.

"Ketika orang mulai menari, kecepatan sedang, ke Rolling Stones atau semacamnya, kalian mungkin menghasilkan 250W,” ujar David Townsend, pendiri konsultan energi panas bumi TownRock Energy, yang merancang sistem, Bodyheat, kepada BBC News.

Dia menambahkan, jika ada DJ terkenal yang bermain sehingga semua orang turun ke lantai untuk menari dan melompat, orang bisa menghasilkan energi panas 500-600W.

Managing Director SWG3 Andrew Fleming-Brown mengatakan memasang sistem itu merupakan sebuah tindakan yang cukup berisiko karena hasilnya belum bisa diketahui. Tetapi tempat tersebut berkomitmen untuk mencapai emisi karbon "net-zero" pada tahun 2025.

"Seseorang harus menjadi investasi pertama itu," katanya, "Tetapi mudah-mudahan itu akan terbayar tepat waktu."

Biaya yang dikeluarkan untuk inovasi ini memang terbilang cukup mahal. Dalam tiga tahun dalam pembuatannya, sistem pemanas dan pendingin termal menghabiskan biaya lebih dari Rp10 miliar untuk dipasang.

"Sebagai gambaran, jika kita menggunakan cara yang lebih konvensional dengan AC biasa, maka biaya yang dikeluarkan mungkin sekitar 10 persen dari itu - jadi Rp 1 miliar," kata Fleming-Brown.

Tetapi penghematan tagihan energi akan membuat investasi dapat dipulihkan dalam waktu sekitar lima tahun, tergantung pada biaya.

"Jika kita bisa membuatnya bekerja di sini di lingkungan ini, tidak ada alasan mengapa kita tidak bisa membawanya ke tempat lain. Tidak hanya di sini di Skotlandia dan Inggris, di seluruh Eropa dan lebih jauh lagi," kata Fleming-Brown kepada BBC News. (*)

 

Ilustrasi: Pixabay

Artikel Terkait
Interest
Separuh Sampah Plastik Sekali Pakai di Dunia Berasal dari 20 Perusahaan

Current Issues
Pusat Data & Jaringan 5G Tiongkok Picu Lonjakan Emisi Karbon

Interest
Tim Mahasiswa UGM Juara Kompetisi Tender Perancangan Gedung Ramah Lingkungan