Current Issues

Polri Tetapkan 6 Orang Jadi Tersangka Tragedi Kanjuruhan, Apa Saja Kesalahannya?

Dwiwa

Posted on October 7th 2022

Sejumlah suporter klub sepak bola berkumpul saat doa bersama untuk korban tragedi Kanjuruha di Stadion Mandala Krida, Yogyakarta, Selasa, 4 Oktober 2022.

Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo telah mengumumkan penetapan enam tersangka dalam tragedi Kanjuruhan di Kabupaten Malang, Jawa Timur pada Kamis, 6 Oktober 2022.

Dilansir Antara, enam tersangka itu yakni Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru (LIB) AHL, ketua panitia penyelenggara dari pertandingan di Stadion Kanjuruhan AH, Security Officer SS, Kabag Ops Polres Malang WSS, Danki 3 Brimob Polda Jatim H, dan Kasat Samapta Polres Malang BSA.

Sigit menambahkan jika saat ini investigasi masih terus dilakukan. Karena itu, ada kemungkinan jumlah tersangkanya bertambah.

“Kemungkinan penambahan pelaku apakah itu pelaku pelanggar etik, maupun pelaku akan kita tetapkan terkait pelanggaran pidana kemungkinan masih bisa bertambah dan tim masih terus bekerja,” ujarnya.

Menurutnya, AHL merupakan orang yang bertanggung jawab untuk memastikan setiap stadion memiliki sertifikasi yang layak fungsi. Namun, pada saat menunjuk stadion LIB, persyaratan layak fungsinya belum dicukupi dan menggunakan hasil verifikasi tahun 2020.

Sementara AH, yang merupakan pelaksana dan koordinator penyelenggara pertandingan yang bertanggung jawab pada LIB, ditemukan tidak membuat dokumen keselamatan dan keamanan bagi penonton di stadion.

"SS selaku security officer, tidak membuat dokumen penilaian risiko. Bertanggung jawab untuk dokumen penilaian risiko untuk semua pertandingan. Dan juga, memerintahkan steward untuk meninggalkan pintu gerbang pada saat terjadi insiden," tuturnya.

Kabagops Polres Malang WSS, lanjutnya, yang bersangkutan mengetahui terkait adanya aturan FIFA tentang pelarangan penggunaan gas air mata. Namun, ia tidak mencegah atau melarang pemakaian gas air mata pada saat pengamanan.

Sementara Danki 3 Brimob Polda Jatim, H dan Kasat Samapta Polres Malang BSA adalah orang yang memberi perintah kepada anggotanya di lapangan untuk melakukan penembakan gas air mata pada saat terjadi kericuhan pasca-pertandingan antara Arema FC melawan Persebaya.

Para tersangka tersebut, disangka Pasal 359 dan Pasal 360 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dan juga Pasal 103 Juncto Pasal 52 UU Nomor 11 Tahun 2022 Tentang Keolahragaan.

Sebagai informasi, pada Sabtu 1 Oktober 2022 malam, terjadi kericuhan usai pertandingan antara Arema FC melawan Persebaya dengan skor akhir 2-3 di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Kekalahan itu menyebabkan sejumlah suporter turun dan masuk ke dalam area lapangan.

Saat sejumlah suporter turun, terjadi kericuhan yang kemudian semakin membesar dimana sejumlah flare dilemparkan termasuk benda-benda lainnya. Petugas keamanan gabungan dari kepolisian dan TNI berusaha menghalau para suporter tersebut dan pada akhirnya menggunakan gas air mata.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Malang korban meninggal dunia akibat tragedi di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur sebanyak 131 orang, sementara 440 orang mengalami luka ringan dan 29 orang luka berat. (*)

 

Foto: Antara Foto/Andreas Fitri Atmoko/tom

Artikel Terkait
Current Issues
Selain Kanjuruhan Malang, Ini Deretan Tragedi Terburuk Dalam Sejarah Sepak Bola

Current Issues
Data Diperbarui, Jumlah Korban Meninggal Tragedi Kanjuruhan Jadi 131 Orang

Sport
Keruhnya Sepak Bola Indonesia, Liga 2 Dihentikan, Liga 1 Tanpa Degradasi