Interest

Awas Gula Berlebih di Makanan Kemasan, Lakukan Hal Ini untuk Menghindarinya

Dwiwa

Posted on October 1st 2022

Makanan kemasan sering menjadi pilihan untuk menemani perjalanan atau saat sedang bersantai. Selain karena praktis, makanan kemasan dijadikan pilihan karena rasanya yang juga selalu memanjakan lidah. Dan seringkali tanpa disadari, makanan tersebut mengandung gula yang sangat tinggi.

Padahal, mengonsumsi gula secara berlebihan telah dikaitkan dengan berbagai jenis penyakit berbahaya seperti diabetes hingga jantung. Lalu, bagaimana sih caranya agar kita bisa menjaga asupan gula di batas yang aman?

Dilansir Unair News, Dosen Ilmu Gizi asal Universitas Airlangga, Lailatul Muniroh SKM MKes mengatakan jika masyarakat masa kini harus menjadi konsumen yang cerdas. Hal ini bisa dilakukan dengan beberapa cara.

Membaca Label Pangan

Hal pertama yang perlu dilakukan sebelum membeli adalah membaca label pangan yang ada pada kemasan makanan atau minuman. Menurut Lailatul pemahaman terhadap label pangan dapat membantu konsumen dalam membatasi asupan, utamanya pada kandungan gula, garam dan lemak.

“Label kemasan merupakan alat komunikasi produsen kepada konsumen. Di situ kita dapat menemukan label Informasi Nilai Gizi (ING) atau nutrition facts, jumlah takaran saji yang disarankan, tanggal kadaluarsa, label halal, serta peringatan kandungan bahan alergen,” sebutnya.

Kebutuhan Harian Gula

Hal berikutnya yang tidak kalah penting adalah mengetahui kebutuhan harian gula. Konsumsi gula sebaiknya dibatasi 10 persen dari jumlah kalori yang dibutuhkan oleh tubuh.

“Rata-rata, seseorang membutuhkan asupan baik dari minuman atau makanan sebanyak 50 gram gula, atau setara dengan 4-5 sendok makan,” jelasnya.

Risiko Penyakit

Asupan gula yang terlalu tinggi atau terlalu rendah, dapat menyebabkan ketidakseimbangan tubuh yang dapat mengakibatkan risiko penyakit.

“Tidak hanya pada gula, apapun yang terlalu banyak atau sedikit dapat berpengaruh kepada kondisi tubuh. Contohnya adalah peningkatan kadar gula darah, peningkatan berat badan yang menimbulkan risiko overweight, serta meningkatkan faktor risiko penyakit lain seperti halnya diabetes melitus tipe 2,” ungkapnya.

Selain itu, Laila berharap jika banyaknya pemberitaan mengenai gula dalam makanan dan minuman kemasan akhir-akhir ini bisa meningkatkan awareness masyarakat terhadap kandungan gizi yang dikonsumsi. Dosen Prodi Gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Unair itu juga berpesan bagi masyarakat untuk terus menerapkan gaya hidup sehat.

“Selain konsumsi, kita juga sebaiknya melakukan gaya hidup sehat. Yaitu dengan melakukan olahraga teratur, porsi makan dan istirahat yang cukup, memanajemen stress, agar metabolisme tubuh dapat berjalan sebagaimana mestinya,” ucapnya. (*)

 

Foto: Pixabay

Artikel Terkait
Interest
Viral Minuman Kekinian Diprotes Kemanisan, Segini Jumlah Konsumsi Gula yang Aman

Lifestyle
Tidak Ingin Mengalami Penuaan Dini? Hindari Terlalu Banyak Mengonsumsi Bahan Ini

Interest
Pangan Ilegal dan Kedaluwarsa Ditemukan BPOM Beredar di Pasaran Saat Ramadan