Entertainment

Scooter Braun Ungkap Penyesalannya tentang Master Album Taylor Swift

Kezia Kevina Harmoko

Posted on October 1st 2022

Scooter Braun baru-baru ini membongkar pendapatnya terkait masalah master album Taylor Swift yang sudah lama jadi perbincangan panas. Scooter menyebut bahwa ia menyesal bagaimana proses mengenai penjualan master album itu harus berjalan tidak damai dan merusak hubungan.

Begini kisahnya. Sebelum bergabung dengan label Universal Music Group, Taylor tergabung dalam Big Machine Records. Masalah master album Taylor berawal saat Scooter membeli label Big Machine Records dari Scott Borchetta beserta master album Taylor yang bernilai USD 300 juta (sekitar Rp4,6 triliun).

Pada 2020, Taylor kaget master albumnya kembali dijual tanpa sepengetahuannya. Ia menyebut bahwa ia tidak pernah diberikan kesempatan untuk membeli master albumnya sendiri. Akhirnya penyanyi tersebut memilih untuk merekam ulang semua album lamanya sebagai cara untuk menurunkan nilai master album aslinya.

Scooter membeberkan beberapa hal menarik dalam podcast The Limits with Jay Williams dari NPR. “Penyesalanku adalah aku berasumsi bahwa semua orang—setelah kesepakatannya usai—akan mau berbicara denganku, melihat karakter diriku, dan berkata, ‘Oke, mari berbisnis bersama.’ Dan aku membuat asumsi tersebut pada orang yang tidak aku kenal,” ujarnya.

“Aku mendapat pelajaran penting bahwa aku tidak bisa membuat asumsi lagi. Aku tidak bisa arogan berpikir orang akan mau berbicara denganku dan antusias buat bekerja sama. Aku tidak mengenal orang-orang secara penuh,” lanjutnya.

Scooter menyebut bahwa dalam proses membeli Big Machine Records, ia berkata bawa Scott bahwa jika ada artis yang mau membeli master mereka sendiri, tolong ia diberitahu. Lalu ia menyebut bahwa Taylor menulis surat berisi bahwa ia tidak ingin berurusan lagi dengan master albumnya. Namun, setelah itu perselisihan akibat master album ini makin buruk.

Baca juga: Scooter Braun Tanggapi TikTok Kontroversial The Kid LAROI, Ini Klarifikasinya...

“Aku menelepon empat orang. Aku mulai menghubungi mereka. Semuanya gagal. Jadi kurasa a lot of things got lost in translation. Kurasa saat kamu punya konflik dengan seseorang, sulit menyelesaikannya jika kamu tidak ingin berbicara,” ungkap Scooter. Ia juga menyebut bahwa kejadian tersebut ia jadikan pelajaran penting dan ia mengungkapkan bahwa akan selalu mendukung kesuksesan karier setiap orang.

April lalu, Scooter menyebut bahwa Taylor Swift memanfaatkan kekuatan fanbase buat kepentingan pribadi. Juni 2021 lalu, Scooter menyebut bahwa masalahnya dengan Taylor sebenarnya hanya kurang komunikasi.

 

Gambar: YouTube Ashley Graham; Instagram @taylorswift

Artikel Terkait
Entertainment
Scooter Braun Tuding Taylor Swift Memanfaatkan Fanbase

Entertainment
Taylor Swift Kaget Begitu Banyak yang Peduli Soal Album ‘Taylor’s Version’

Entertainment
Scooter Braun Sebut Masalahnya dengan Taylor Swift Hanya Kurang Komunikasi