Interest

Hydro Cubes, Inovasi Mahasiswa UGM untuk Tingkatkan Kemampuan Tanah Menahan Air

Dwiwa

Posted on September 29th 2022

Sekelompok mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) menggagas inovasi bernama Hydro Cubes. Produk yang dibuat tim Gama Future UGM ini mampu meningkatkan kemampuan tanah dalam menahan air dan bisa dimanfaatkan di bidang pertanian.

Dilansir laman UGM, anggota dari tim Gama Future UGM ini adalah Ryan Fariza Akmal (DTSL), Aizna Syachkalita (DTSL), Abdul Fattah Bima Rizqi Purwanto (DTSL), dan  Zahra Aisya Rosa Febriyaningtyas (DTK). Berkat inovasi tersebut, mereka berhasil meraih Winner of Water, Sanitation & Hygiene Theme pada Circular Innovation Challenge 2022 The School of Global Studies, Thammasat University, Thailand.

Rian menjelaskan gagasan ini bermula dari kekeringan yang sering terjadi di banyak daerah di Asia Pasifik, salah satunya adalah Gunungkidul Yogyakarta. Berada di topografi karst Gunung Sewu, muka air tanah di daerah ini bisa mencapai 60-120 m atau lebih di bawah permukaan tanah.

Hal tersebut disebabkan oleh rendahnya kemampuan tanah untuk menahan air. Kondisi ini memicu bencana kekeringan terutama di musim kemarau. Kekeringan tersebut berdampak pada 129.788 orang dari 772.983 masyarakat Gunungkidul. Sebagai solusi, muncullah ide untuk membuat Hydro Cubes.

“Kami menggunakan material kayu sisa industri sebagai bahan utama produk kami. Pemilihan bahan utama ini telah mempertimbangkan aspek kegunaan, ketersediaan, keberlanjutan, dan juga biaya. Inovasi ini memungkinkan untuk penyelesaian 2 masalah sekaligus:  permasalahan kekeringan serta limbah kayu,” kata Rian.

Rian menjelaskan Hydro Cubes memiliki manfaat untuk meningkatkan kemampuan tanah dalam menahan air. Hydro cubes digunakan dengan cara menyebarkannya di dalam area tahan (pertanian) sasaran sebanyak 10-20 buah per meter persegi.

Setelah itu, Hydro Cubes akan menyerap dan menahan air (air hujan maupun dari penyiraman) untuk tetap di tanah bagian atas. Kondisi ini akan membantu meningkatkan kandungan air sehingga dapat diserap oleh tumbuhan saat tidak terjadi hujan atau penyiraman.

Ada beberapa keunggulan yang dimiliki Hydro Cubes jika dibandingkan dengan beberapa inovasi lain dalam penyelesaian kekeringan di Gunungkidul maupun dengan produk sejenis lain di pasaran. Di antaranya harga yang murah, terbuat dari bahan organik, serta memanfaatkan material sisa.

“Kami berharap agar ide kami dapat benar-benar mampu untuk mengatasi permasalahan kekeringan yang terjadi di Gunungkidul setiap tahunnya. Kami juga berharap dengan kompetisi ini dapat meningkatkan kemampuan pribadi kami sehingga dapat berinovasi lebih baik lagi untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang ada di sekitar kami,” tutur Ryan. (*)

 

Foto: laman UGM

Artikel Terkait
Interest
Tim Mahasiswa UGM Juara Kompetisi Tender Perancangan Gedung Ramah Lingkungan

Interest
UGM Raih Runner Up dan Borong Lima Juara Pada Lomba UPES, Dehradun, India

Interest
UGM Sabet Juara 1 Kompetisi Branding Competition BREXPLOR 2022