Current Issues

Studi: Kepribadian Utama Kita Berubah Selama Pandemi

Dwiwa

Posted on September 29th 2022

Covid-19 mengubah banyak hal dalam hidup. Mulai dari cara kita berkomunikasi, bersosialisasi , kemana kita pergi, bahkan saat bekerja maupun sekolah pun berbeda. Dan menurut sebuah studi, pandemi mungkin juga telah mengubah kepribadian kita.

Dilansir CNN, psikolog telah lama percaya bahwa sifat seseorang akan tetap sama, bahkan setelah peristiwa yang membuat stres. Tetapi studi baru ini menemukan ada perubahan kepribadian yang mencolok di antara populasi Amerika Serikat.

Para peneliti mengumpulkan data lebih dari 7 ribu orang berumur 18 hingga 109 tahun yang berpartisipasi online di Understanding America Study. Mereka membandingkan data tingkat neurotisme, ekstraversi, keterbukaan, keramahan serta kesadaran sebelum pandemi dengan yang dikumpulkan pada tahun 2021 dan 2022.

“Pandemi adalah kesempatan yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk melihat bagaimana peristiwa stres kolektif dapat memengaruhi kepribadian,” kata penulis utama studi Angelina Sutin, seorang profesor kedokteran di Florida State University.

Sutin mengatakan dari seluruh populasi yang mereka teliti, para peneliti menemukan tren penurunan neurotisme pada tahun 2020, tetapi perubahannya kecil. Begitu mereka melihat data tahun 2021 dan 2022, para peneliti melihat penurunan yang lebih signifikan dalam hal ekstraversi, keterbukaan, keramahan, dan kehati-hatian.

Menurut penelitian tersebut, perubahan itu cukup besar untuk menyamai sekitar satu dekade perubahan. Neurotisme juga meningkat selama periode ini.

Hal lain yang menarik dalam penelitian yang diterbitkan di jurnal PLOS One ini adalah, ekstraversi, keramahan, dan kehati-hatian yang menurun terutama terjadi pada orang dewasa muda. Meski begitu, Sutin mengatakan jika belum bisa dipastikan apa yang membuat orang dewasa muda lebih terpengaruh. Tetapi ada sebuah teori.

“Kepribadian kurang stabil pada orang dewasa muda,” kata Sutin. “Tetapi kemudian pada saat yang sama, pandemi mengganggu apa yang seharusnya dilakukan oleh orang dewasa muda. Mereka seharusnya berada di sekolah atau memulai karir mereka atau transisi ke karir. Mereka seharusnya berkencan dan menjalin hubungan.”

Hasil studi ini tidak berlaku untuk semua orang. Sutin mengatakan ini merupakan tren populasi, jadi bisa saja kalian tidak melihat perubahan yang sama pada diri kalian atau orang-orang terdekat.

Meskipun para peneliti mencatat adanya perubahan, Sutin mengatakan mereka belum bisa mengungkap berapa lama perbedaan kepribadian itu akan bertahan atau apakah itu akan kembali seperti sebelumnya. (*)

 

Foto: Pixabay

Artikel Terkait
Current Issues
Peneliti: Varian Corona Inggris B117 Lebih Mematikan Daripada Varian Asli

Current Issues
Prancis Subsidi Warga untuk Biasakan Penggunaan Sepeda Pasca Lockdown

Current Issues
Dapat Jatah Vaksinasi Covid-19 Saat Ramadan? Hal Ini yang Perlu Kamu Siapkan