Interest

Viral Minuman Kekinian Diprotes Kemanisan, Segini Jumlah Konsumsi Gula yang Aman

Dwiwa

Posted on September 26th 2022

Baru-baru ini, media sosial diramaikan dengan kasus somasi yang dilayangkan sebuah brand es teh kekinian kepada salah satu pelanggannya yang protes karena varian yang dia beli terlalu manis. Meskipun pelanggan sudah meminta maaf, tetapi kasus ini sudah terlanjur viral sehingga tetap banyak dibicarakan oleh warganet.

Salah satu topik terkait yang ikutan ramai dibahas adalah jumlah asupan gula yang aman dikonsumsi dalam sehari. Rasa ingin tahu ini mungkin terdengar sepele, tetapi hal ini memiliki dampak yang cukup besar untuk masa depan kita.

Pasalnya, meski diperlukan oleh tubuh, tetapi asupan gula yang terlalu banyak justru memiliki dampak buruk untuk tubuh. Berbagai penelitian telah menemukan bahwa asupan gula yang berlebihan dapat menyebabkan kegemukan, diabetes, penyakit jantung, penuaan dini dan lain sebagainya.

Lalu, berapa sih asupan gula maksimal yang boleh kita konsumsi dalam sehari?

Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat menyarankan agar orang Amerika tidak mengonsumsi gula tambahan lebih dari 10 persen dari total kalori per hari. Contohnya, jika kita mengonsumsi 2.000 kalori sehari, artinya hanya ada 200 kalori atau 50 gram gula tambahan.

Hal ini senada dengan anjuran yang diberikan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Kemenkes juga menyarankan agar orang mengonsumsi tidak lebih dari 50 gram gula sehari. Jumlah tersebut jika diukur setara dengan 4 sendok makan gula.

Sementara itu American Heart Association (AHA) memiliki anjuran yang sedikit berbeda. Untuk pria, konsumsi gula dianjurkan tidak lebih dari 150 kalori atau 36 gram per hari. Jumlah ini setara dengan 9 sendok teh per hari.

Untuk wanita, konsumsi gula tidak lebih dari 100 kalori atau 25 gram per hari. Ini setara dengan 6 sendok teh per hari. Sementara untuk anak usia 2 hingga 18 tahun dianjurkan tidak mengonsumsi gula lebih dari 25 gram.

Sedangkan menurut Healthline, asupan gula dalam sehari tergantung dari beberapa faktor, seperti total asupan kalori, tingkat aktivitas, dan faktor lain. Secara umum, yang terbaik adalah sebisa mungkin menghindari gula tambahan karena ini bisa menyebabkan berbagai penyakit yang seharusnya bisa dicegah.

 

Foto: Pixabay

Artikel Terkait
Interest
Usia Senja Tak Halangi Dokter Handoko Gunawan Bantu Tangani Pasien Coronavirus

Interest
TikTok Kitchen, Restoran Khusus Delivery Bikinan TikTok Ada di AS Tahun Depan

Interest
Desainer Indonesia Ini Jual Tas Berbahan Dasar Tulang Manusia dan Kulit Albino